Umumnya, pelaksanaan supervisi akademik dibagi dalam tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Pada tahap perencanaan, supervisor menetapkan tujuan, melihat kebutuhan pengembangan guru, memilih pendekatan yang tepat, serta mempersiapkan instrumen yang dibutuhkan.
Tahapan pelaksanaan supervisi akademik mencakup kegiatan observasi pembelajaran di kelas atau yang dikenal sebagai supervisi klinis. Menurut Lovell dalam bukunya Supervision for a Better School (1980), supervisi klinis merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan performa guru dalam pembelajaran di kelas melalui analisis data dari proses pengajaran. Data yang dikumpulkan dari kelas kemudian dianalisis dan digunakan untuk merancang strategi peningkatan hasil belajar siswa dengan terlebih dahulu memperbaiki performa guru.
Siklus supervisi klinis biasanya melibatkan tiga tahapan utama:
1. Pra-observasi: Pertemuan antara supervisor dan guru untuk membangun hubungan kemitraan serta menetapkan fokus observasi.
2. Observasi: Supervisor melakukan observasi terhadap aktivitas pembelajaran di kelas.
3. Pasca-observasi: Pertemuan untuk membahas hasil observasi, memberikan umpan balik, dan merancang langkah-langkah pengembangan lebih lanjut.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














