BANJIR, KAYU, DAN SUNYI TANGGUNG JAWAB

Jumat, 2 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saat LSM Besar Menjadi Broker Bertopeng Konservasi.

Saat LSM Besar Menjadi Broker Bertopeng Konservasi.

Di sisi lain, pembalakan liar disebut masih berjalan terbuka. Kilang-kilang kayu terus membelah kayu ilegal dari kawasan hutan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Modusnya beragam—dari pemanfaatan celah administrasi hingga perlindungan informal. Kayu bergerak, aparat diam, sungai menanggung beban.

Pertanyaan pun mengerucut; siapa yang bertanggung jawab? Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, beserta perpanjangan tangannya di Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur, didesak untuk membuka data dan bukti lapangan.

BACA JUGA...  ​Pulihkan Senyum Pidie Jaya, Relawan ASDP Terjang Lumpur di Gampong Seunong

Bukan sekadar pernyataan normatif, melainkan penjelasan berbasis fakta: izin apa saja yang terbit, di mana lokasinya, siapa pengelolanya, dan bagaimana pengawasannya.

Namun kritik tak berhenti pada negara. Sejumlah LSM besar yang selama ini mengklaim menjalankan program “pengamanan kawasan KEL” juga dipertanyakan.

Di mana suara mereka ketika kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Blok Tenggulun dibabat sejak 2018 dan dialihfungsikan menjadi kebun sawit?

Di mana sikap mereka ketika hutan bakau di kawasan lindung dan hutan produksi Aceh Tamiang dirambah?

BACA JUGA...  DARI NORMALISASI SUNGAI KE PEMULIHAN KEHIDUPAN

Menurut temuan KJL-AT dan LembAHtari, publik bahkan tidak pernah mendapat informasi terbuka mengenai berapa besar dana yang dikelola LSM-LSM besar tersebut.

Berita Terkait

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

SPS Aceh Bersama Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Kamis, 27 Agu 2026 - 14:02 WIB

PEMERINTAHAN

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025

Kamis, 27 Agu 2026 - 02:43 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:43 WIB

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB