BANJIR, KAYU, DAN SUNYI TANGGUNG JAWAB

Jumat, 2 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saat LSM Besar Menjadi Broker Bertopeng Konservasi.

Saat LSM Besar Menjadi Broker Bertopeng Konservasi.

Di sepanjang hulu DAS WS Tamiang–Langsa, bekas luka hutan tampak nyata. Lereng-lereng gundul, jalan-jalan logging, dan alih fungsi kawasan hutan yang tak terkendali membentuk jalur cepat bagi air hujan untuk turun serempak ke hilir.

Ketika hujan ekstrem datang, sungai tak lagi mampu menahan debit. Banjir bandang pun tak terelakkan.

BACA JUGA...  Ayah Wa Serahkan DTH bagi Ribuan Korban Banjir Aceh Utara

Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari) bersama Komunitas Jurnalis Lingkungan Aceh Tamiang (KJL-AT) menilai tragedi ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana ekologis akibat kebijakan yang longgar dan pengawasan yang rapuh.

Mereka mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh terhadap berbagai izin pemanfaatan kayu dan pengelolaan kawasan hutan.

Sorotan diarahkan pada izin Hutan Hak, skema Perhutanan Sosial—mulai dari Hutan Kemasyarakatan (HKM), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), hingga Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KEL). Pertanyaannya sederhana; berapa luas kawasan yang diberikan izin, dan sejauh mana negara mengawasi pelaksanaannya?

BACA JUGA...  Bantuan untuk Korban Banjir Trumon Raya Terus Mengalir 

Di Tamiang Hulu, salah satu contoh mencolok adalah kawasan KEL di Blok Tinggi Sangka Pane–Bangkelang, Kecamatan Bandar Pusaka. Luasnya disebut mencapai lebih dari 1.000 hektare. Namun pengawasan nyaris tak terdengar. Pembukaan lahan meluas. Kayu keluar dari kawasan. Sungai menerima akibatnya.

Berita Terkait

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Berita Terbaru

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB