BANJIR, KAYU, DAN SUNYI TANGGUNG JAWAB

Jumat, 2 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saat LSM Besar Menjadi Broker Bertopeng Konservasi.

Saat LSM Besar Menjadi Broker Bertopeng Konservasi.

“Pemerintah harus lebih jeli. Jika ada kelompok tani atau pemegang izin yang menyalahi aturan, cabut izin pinjam pakai pengelolaan kawasan hutan itu. Negara tidak boleh kalah oleh pelanggaran,”

[Sayed Zainal M, SH, Direktur Eksekutif LembAHtari]

TIGA puluh enam hari setelah air bah merenggut segalanya, Aceh Tamiang masih berdiri di atas lumpur—dan di bawah bayang-bayang pertanyaan yang tak kunjung dijawab. Rumah-rumah yang dulu berderet rapi kini rata dengan tanah. Sebagian warga masih mengais sisa hidup dari puing dan endapan lumpur setinggi lutut.

BACA JUGA...  SAYA BERSUMPAH PASTI ADA DI SINI!

Namun yang paling mengendap bukan hanya tanah dan kayu, melainkan keheningan negara dalam menjelaskan sebab-musabab bencana.

Banjir bandang yang terjadi pada 26–27 November 2025 itu bukan peristiwa tunggal. Ia adalah akumulasi dari pembiaran panjang di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang–Langsa: dari Simpang Jernih di Aceh Timur hingga Pegunungan Lesten, Pinning, Gayo Lues.

Tebing-tebing runtuh. Bibir sungai tergerus abrasi. Air datang membawa lumpur dan gelondongan kayu—menghantam desa-desa di Kecamatan Sekerak, Bandar Pusaka, Karang Baru, hingga jantung Kota Kualasimpang.

BACA JUGA...  Truk Pengangkut Logistik Terjungkal dan Terbakar di Langkahan, Bupati Aceh Utara Imbau Warga Tetap Tenang

Bagi warga, ini bencana. Bagi alam, ini peringatan. Bagi negara, semestinya ini alarm keras.

Berita Terkait

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara
Rakyat Butuh Solusi, Bukan Alasan, Salihin: Copot Kepala BPJN Aceh 
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang

Berita Terbaru

Teuku Alamsyah sedang membubuhkan tanda tangan dalam berita acara setelah dilantik oleh Bupati Asel HMW di Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:18 WIB

dr. Emil Fathoni specialis intervensi yang juga specialis jantung dan pembuluh darah sedang menangani langsung operasi kateterisasi jantung di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/ istimewa).

KESEHATAN

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:07 WIB

NEWS FEATURE

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB