Komisi V DPR RI Desak Menteri PU Berdayakan Pengusaha Lokal dalam Tanggap Darurat dan Rehab Rekon Bencana di Aceh

Rabu, 17 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD).

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD).

BANDA ACEH | MA — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), secara tegas mendesak Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Pemerintah Pusat agar pelaksanaan tahap tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pasca bencana di Aceh tidak meminggirkan pengusaha lokal.

HRD menegaskan, pengusaha lokal justru menjadi pihak yang paling awal bergerak saat bencana terjadi, jauh sebelum perusahaan-perusahaan plat merah bergerak. Mereka turun langsung membersihkan lumpur di jalan dan jembatan, membuka akses darurat, serta membantu masyarakat dengan peralatan yang mereka miliki.

BACA JUGA...  Mafia Tambang di Aceh Terusik, Jubir KPA LN Desak DPRA dan APH Bongkar Jaringan, Ada Jejak ke Sumut

“Pengusaha lokal di Aceh lebih dulu bekerja di hari-hari awal bencana. Mereka yang paling dekat dengan lokasi bencana dan paham kondisi lapangan, paham karakter masyarakat, dan tahu bagaimana bekerja di situasi krisis. Ini fakta yang tidak boleh diabaikan,” tegas HRD, Selasa (17/12).

Menurut HRD, dalam kondisi darurat dan pemulihan, pendekatan teknis saja tidak cukup. Pemahaman kearifan lokal menjadi kunci agar pekerjaan tidak tersendat dan tidak memicu persoalan sosial di lapangan. Kebijakan yang mengabaikan aspek ini dinilai justru akan menghambat proses rehab rekon.

BACA JUGA...  PWI Pulihkan Keanggotaan Muhammad Saleh, Erlizar Rusli: Kembali ke Rumah, Setelah 10 Tahun Mencari Keadilan

Lebih jauh, HRD menekankan bahwa pengusaha lokal di Aceh juga merupakan korban bencana. Banyak alat berat rusak, operasional lumpuh, dan karyawan terdampak. Jika mereka tidak difasilitasi untuk terlibat dalam pekerjaan pemulihan, maka pemerintah telah gagal menjadikan rehab rekon sebagai instrumen pemulihan ekonomi rakyat.

Berita Terkait

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB