Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur  kini  tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur kini tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN | MA —  Kendatipun kemunculan Buaya Muara (Crocodylus porosus) di bantaran Sungai Krueng Kluet/Kandang sudah mereda, namun pernyataan BKSDA masih menyisakan rasa kesal  masyarakat di Kluet Utara Aceh Selatan.

Pasalnya, pernyataan atas penanganan gangguan Buaya yang disampaikan BKSDA terlalu prematur dan terkesan melepaskan tanggung jawab terhadap keselamatan jiwa manusia.

Pernyataan BKSDA sebelumnya, secara implisit melepaskan tanggung jawab dan menyatakan ada pihak lain yang secara regulasi mempunyai kewenangan.

BACA JUGA...  Tabrani Atim Pimpin  FPKR Aceh Selatan 

“Pernyataan seperti itu yang menyebabkan rasa kesal masyarakat,” kata tokoh masyarakat Kluet Utara dalam pernyataannya, Kamis, (17/9/2026).

Tokoh kuat yang enggan disebutkan namanya karena menjaga etika birokrasi itu, menyatakan, lembaga konservasi satwa yang seharusnya bergerak cepat ke lapangan. “Bukan malah sibuk berdebat soal regulasi, sehingga kesan terlalu prosedur, seperti ada kepentingan (tendensius),” kata tokoh tersebut.

BACA JUGA...  Pengurus Kabupaten PPI Aceh Selatan Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Menurutnya, pemikiran masyarakat tentu lugas, jika ada satwa liar yang mengancam keselamatan warga di permukiman, lembaga konservasi satwa yang seharusnya bergerak cepat ke lapangan.

Pernyataan BKSDA, katanya, bisa memicu polemik. Hal ini, sebenarnya berakar dari pergeseran regulasi tingkat pusat yang menciptakan “ambiguisme” birokrasi di lapangan.

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB