Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah.

Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah.

TAPAKTUAN | MA —  Polres Aceh Selatan memastikan bahwa tidak benar adanya aksi pembegalan di beberapa kecamatan dalam wilayah Aceh Selatan. Namun isu yang beredar terjadinya aksi itu, sejak Selasa, (15/9/2026),  mempengaruhi mobilitas warga  di sana.

Tidak kurang, pada malam hari, isu tersebut telah menghantui sebagian warga di sejumlah kecamatan seperti Samadua yang berada pada daerah yang diisukan aksi begal itu terjadi yakni pegunungan Gunung Kerambil, perbatasan Samadua-Tapaktuan dan pegunungan Air Dingin-Sawang (perbatasan Samadua-Sawang).

BACA JUGA...  Babinsa Kodim 0107/Aceh Selatan Bagikan Bendera Kepada Warga 

Menurut warga, pada Selasa, (15/9/2025), malam, akibat meluasnya isu begal tersebut, sebagian penduduk enggan melakukan aktivitas pada malam hari.

Bahkan, sebagian penduduk lainnya, enggan melintasi jalan yang diisukan menjadi lokasi begal.

“Pokoknya semalam (maksudnya Selasa malam-red), mobilitas warga dari dan ke Samadua-Tapaktuan relatif berkurang dan bisa dikatakan sepi,” kata Simar (47), warga Samadua.

BACA JUGA...  TNI Padamkan Api 

Sementara itu,  kecemasan warga terus mempengaruhi kondisi keamanan, terbukti dengan adanya kecemasan untuk melakukan kegiatan di malam hari. Kondisi lalu lintas di ruas jalan Tapaktuan-Samadua-Sawang sepi.

Bagi sejumlah warga, keadaan seperti itu, justeru menjadi lebih baik kerena mengurangi  “pergerakan” kawula muda yang lalu lalang di jalan atau bahkan duduk berduaan di tempat tertentu di pinggir jalan.

BACA JUGA...  Diduga "Sengklek Gamet" Dengan Wanita Bersuami, Pawang Boet Dibabak Belur Massa

Berita Terkait

Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 
Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 
Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas
Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum
Banjir Terus Mengancam

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Rabu, 30 September 2026 - 13:13 WIB

Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 

Selasa, 29 September 2026 - 17:49 WIB

Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB