Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 17 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Fajar Darwis TU

Saya sering berpikir, sebenarnya setelah perdamaian Aceh, apa yang harus kita lakukan?

Pertanyaan ini mungkin sederhana. Tapi semakin dipikirkan, jawabannya tidak sederhana.

Kita tahu, Aceh pernah melewati masa konflik yang panjang. Banyak orang yang hidup di masa itu pasti punya cerita masing-masing. Ada yang kehilangan keluarga, kehilangan harta, kehilangan masa muda, bahkan ada yang harus hidup dengan trauma sampai sekarang.

BACA JUGA...  Panglima Asahan: Pergub JKA 2026 Sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan 

Kemudian datanglah perdamaian.

Perdamaian menjadi sebuah titik penting dalam perjalanan Aceh. Orang-orang yang sebelumnya berhadapan dalam konflik kemudian masuk ke dalam ruang politik dan pemerintahan. Masyarakat juga bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang.

Semua itu tentu harus kita hargai.

Tetapi menurut saya, ada pertanyaan lain yang mulai perlu kita pikirkan.

BACA JUGA...  Status Aceh Tamiang Zona Oranye

Setelah perang berhenti, sebenarnya Aceh mau menjadi apa?

Menurut saya, inilah pertanyaan untuk generasi kedua perdamaian Aceh.

Generasi pertama adalah mereka yang mengalami konflik dan ikut memperjuangkan perdamaian. Mereka punya sejarah yang tidak boleh kita hapus begitu saja.

Tetapi generasi setelahnya tidak mungkin terus hidup dengan pertanyaan yang sama.

Bukan lagi hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.

BACA JUGA...  Pers Maju, Bangsa Melaju: Suara dari Kilometer Nol Indonesia

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB