Tirani dan Amanah yang Dikhianati

Senin, 12 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

mediaaceh.co.id

mediaaceh.co.id

Oleh: Tgk. Muhsin 

KORUPSI bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan moral yang paling telanjang.

Ketika seorang pejabat mengorupsi amanah, ia tidak hanya mencuri uang negara, tetapi juga merampas harapan rakyat, menghancurkan kepercayaan publik, dan merobek makna kekuasaan itu sendiri.

Di titik inilah korupsi menjelma menjadi tirani kekuasaan yang menindas tanpa perlu senjata.

BACA JUGA...  Kota Panton Labu Dikepung Banjir, Siapa Salah?

Dalam perspektif etika kekuasaan, jabatan adalah amanah, bukan hak milik. Ia diberikan untuk mengurus kepentingan bersama, bukan untuk memperkaya diri atau kroni. Namun pejabat korup telah mengubah amanah menjadi alat pemuas nafsu, dan hukum menjadi tameng pembenaran. Negara pun perlahan berubah menjadi ladang rampokan yang dilegalkan oleh kekuasaan.

Tirani modern tidak selalu tampil dengan wajah keras dan represif. Ia sering hadir dalam jas rapi, pidato manis, dan prosedur administratif.

BACA JUGA...  AMANAH Gelar Kompetisi Model, Jadikan Generasi Muda Lebih Kreatif

Korupsi yang sistemik adalah bentuk tirani paling halus namun paling kejam, karena penderitaan rakyat disembunyikan di balik angka, laporan, dan proyek fiktif.

Rakyat miskin dipaksa bersabar, sementara pejabat menikmati hasil  pengkhianatan.

Filsafat politik sejak lama mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa etika akan melahirkan kehancuran. Plato menyebut pemimpin yang dikuasai nafsu sebagai tirani sejati.

BACA JUGA...  Tabaruk di Makam Abon Kota Fajar, Disini Ilmu dan Adab Tak Pernah Mati

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:26 WIB

HUKOM

Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:30 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Insyaallah 52 Ribu Jiwa Jadup Pekan Ini Cair

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:23 WIB