Usman Lamreung: Partai atau Egosentris Syahwat Politik Pemenuhan Kekuasaan?

Usman Lamreung; peneliti di Lembaga ERD Aceh

Untuk merubah wajah [tatanan] pemerintah tidak harus membentuk partai, diluar dari jalur partai juga bisa, malah lebih pleksibel pergerakannya.

Sampai ulama-pun terkontaminasi untuk kepentingan politik praktis dan sampai-sampai ulama saat ini ada yang mau membuat partai demi masuk dalam struktur kekuasaan dan merebut kekuasaan. Woww…apa jadinya pemerintahan jika ulama masuk menjadi sempalan politik praktis.

BACA JUGA...  Bukti Solid TNI-Polri, Polres Sabang Buat Kejutan, Suguhkan Kue HUT TNI Ke-77 Tahun 2022 di Lanud MUS

Suatu ketika kita tidak mendengar lagi ucapan syahih hadis maja, fatwa dan ucapan yang membawa kenyamanan bagi rakyat, sebaliknya kita mendengar ulama cerita politik bukan ceramah agama.

Tapi semua berpulang pada pola pikir dan aspek penilaian masyarakat terhadap ulama yang ingin membuat partai lokal, itu hak sesama manusia, tak ada yang bisa menahan jika Allah berkehendak begitu.

BACA JUGA...  Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi Kabarnya Terancam Gagal, Mukarram: Ikuti Aturan yang Berlaku

Berikut mediaaceh.co.id menurunkan petikan wawancara dengan peneliti di lembaga Emirates Development Research (EDR) Aceh. Usman Lamreung. Dikalangan jurnalistik nama Dia tak asing lagi, dengan saran, kritik yang membangun bagi Aceh.

Suhu Politik Jelang Pemilu 2024

Usman berpendapat; Menjelang pelaksanaan pemilu tahun 2024, hiruk pikuk dinamika politik sudah mulai terasa, apalagi sudah mulai bermunculan calon presiden dengan berbagai macam spekulasi politik yang dimainkan para ketua partai politik dalam menjaring calon-calon presiden.

Penulis: SyawaluddinEditor: Syawaluddin Ksp