Merujuk dari sejarah peran Al-Ghazali dalam menghadapi berbagai masalah yang terjadi saat itu, dilihat dalam konteks Aceh pada masa kini, rakyat berharap peran Ulama tetap konsisten pada jalur penguatan bidang pendidikan sebagai sarana untuk memperbaiki akhlak karimah masyarakat Aceh.
Untuk memperkuat dan memperbaiki tatanan peradaban dalam kehidupan masyarakat Aceh yang beradab, berakhlak, bersih, dan punya rasa malu, Ulama perlu juga melibatkan kampus.
Penting melibatkan kampus, karena keduanya bergerak dalam bidang pendidikan, sudah semestinya bersama-sama mencari jalan terbaik dengan konsep bersama atau merumuskan standar pendidikan masa depan Aceh yang lebih baik, sebagai bagian dalam menjalankan keistimewaan Aceh, yang hari ini tercederai dengan konsep pendidikan feodalis.
Menyelesaikan berbagai masalah termasuk politik, semestinya ulama Aceh tetap konsisten benar-benar fokus di bidang pendidikan dengan melibatkan lembaga pendidikan formal lainnya, agar Aceh kembali pada jalan yang benar.
Hal ini sudah dibuktikan oleh Imam Al-Ghazali, bahwa untuk memperbaiki kerusakan kaum muslimin, hanya dengan pendidikan, dan contoh tauladan ulama serta umara.
Bukan berati ulama tidak boleh berpolitik, namun seyogyanya untuk menjaga marwah, keteladanan, kharisma, dan kenetralan, ulama bagusnya tetap fokus pada perbaikan akhlak rakyat, penguasa dan akan terus di hati rakyat Aceh tanpa ada unsur keberpihakan yang membawa dampak yang baik pada umat muslim Aceh. [Syawaluddin].




