Lanjut Rozi; Armia, merupakan putra Aceh Tamiang asli, kampung halamannya di Kampung Bukit Tempurung [Rumah induk], kecamatan Kota Kualasimpang – Aceh Tamiang.
Masih Rozi, dia memaparkan bahwa; Pria berusia 58 tahun tersebut merasa sangat terusik, dengan ‘kampanye hitam’ yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, untuk tidak memilih dirinya di Pemilukada yang sesaat lagi akan di gelar.
“Ayo Siapa yang berani katakan Armia bukan orang Tamiang, kecil dia pun, kalau mau mandi lompat dari jembatan Tamiang, mancing, cari durian sampai cabut sekolah. Semua itu dilaluinya di sini. Kok Armia pulang mau membangun kampung halamannya di tahan dan di ributkan. Saat menjabat Kapolres pun Armia tidak pernah ganggu orang Tamiang, saat di Poldasu pun cukup banyak orang Tamiang yang di bantu,” bebernya Rozi. [Syawaluddin].




