Lebih parahnya ucap Deddy, tidak ada perputaran uang di atas rata-rata, semua terbatas dan dibatasi. Terjadilah kesenjangan keuangan di roda pemerintahan Aceh Tamiang.
“Ayo, sama-sama kita berpikir jernih dan rasio. Untuk tidak memilih KK, sebab dampaknya akan sangat dirasakan oleh masyarakat Aceh Tamiang, juga pemerintahan Aceh Tamiang,” sebutnya.
Berdampak pada Program Pembangunan di Aceh Tamiang.
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pelita Prabu Aceh Tamiang. Niken mengatakan bahwa; jika menang KK bukan bicara siapa yang dirugikan atau siapa yang diuntungkan.

Sebaliknya, yang paling dirugikan adalah pemerintah, sebab harus menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit untuk melakukan Pemilukada Ulang.
Terutama itu; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang harus menganggarkan kembali [Melalui Anggaran Pembangunan dan Belanja Kabupaten (APBK) anggaran untuk Pemilukada Ulang.
Jika ini terjadi, tentu akan berdampak pada pincangnya roda pemerintahan dan pembangunan di kabupaten ujung timur Aceh. Terutama itu berdampak pada program pembangunan yang telah dicanangkan.
“Mari cerdas memilih untuk menyelamatkan kebocoran keuangan daerah jika terjadi Pilkada ulang hanya karena kata Demokrasi yang di dengung-dengung kan sebagian kecil orang tak bertanggung jawab. Jangan terprovokasi oleh propaganda ajakan memilih KK. Cerdaslah berpikir, berbuat dan bertindak,” kata Niken.




