Sekira pukul 14.00 WIB APC terdepan menerima siraman peluru M16, klenting…klenting peluru Kuningan itu membentur tubuh APC, kejadiannya tepat di belakang Meunasah [Mushala] dusun Lampu’uk Meunasah Blang.
SIANG ITU, Pukul 13.15 WIB, akhir tahun 2000 Tiga unit Armorred Personnel Carrier (APC) Komando Distrik Militer (Kodim) 0101/KBA Aceh Besar [Kala itu Bermarkas di Kota Banda Aceh] merangsek menuju arah Lhoknga Aceh Besar, 17 kilometer arah Barat, Ibukota Aceh.
Rantis lapis baja militer, bertenaga 4.5 L (V8) dilengkapi dengan senjata serbu berat Remote Controller Weapon (RCW), dinding baja NIJ Balistic Standart Protection Level III berkaca anti peluru melaju dengan kecepatan tinggi, puluhan prajurit artileri berbaju loreng ada di dalam lambung bilik baja itu.
Prajurit besutan Letkol Joko Warsito [Saat itu], terbiasa menghadapi Medan tempur pelik, wajah-wajah bercoret hijau hitam itu terlihat sangat sangar.
Dapat kabar ada penyisiran di wilayah Lhoknga – Leupung [Markasnya Komando Operasional Wilayah kekuasaan Teungku Muharram. Kini Bupati Aceh Besar]. Pasti bakal terjadi bentrokan bersenjata antara Personil TNI Kodim 0101/KBA Aceh Besar dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Lhoknga Leupung.




