Tiga Jam Terjebak ‘Hujan Peluru’ di Lampu’uk

Syawaluddin Ksp

Kabar ada penyisiran di wilayah Lampu’uk, datang dari Taufan Nugraha [Wartawan KBR68H], seketika posko tempat kami berkumpul [Markas eks kantor Harian Aceh Ekspress di Kuta Alam] pun riuh.

Berbagai wartawan peliput konflik Aceh masing-masing melapor ke redaksinya bahwa mereka akan melakukan peliputan. Nani Aprida dari The Jakarta Post, Muhrizal Hamzah dari Sinar Harapan, Dedi Montgomery dari Televisi, Ismail dari Detektif Spionase, Taufan Nugraha dari radio KBR68H dan aku Syawaluddin dari The Associated Press, plus Hotli Simanjuntak Wartawan Foto dari Agence France Presses (AFP).

BACA JUGA...  Dipimpin Kapolres, Puluhan Personil Polres “Serbu” Kodim Abdya

Dua unit mobil, Taft Hiline milik Hotli Simanjuntak dan Sedan milik Ismail melaju, mengejar APC yang menuju ke arah Barat Kota Banda Aceh. Dan kru wartawan pun bergerak cepat.

Suasana jalan menuju Lampu’uk mencekam, tidak ada kendaraan berseliweran [Sepertinya masyarakat tahu akan terjadi sesuatu, mereka lebih baik berdiam diri di rumah].

BACA JUGA...  Personel Brimob Aceh Lakukan Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19

Tepatnya di Gampong Simpang Rima, 8 kilometer arah Selatan Kota Banda Aceh, kami menemukan iring-iringan tiga unit APC Kodim 0101/KBA.

Tampak personil setiap APC bersiap dengan bidikan moncong senjata mesin mereka Remote Controlled Weapon Station (RCWS) kaliber 12,7 milimeter x 99 (50 cal) siaga satu dan siap menyalak ke sasaran musuh.