Tiga Jam Terjebak ‘Hujan Peluru’ di Lampu’uk

Syawaluddin Ksp

Sunyi, senyap, mencekam dan penuh ketakutan, itu kesan selama dalam perjalanan [Suasana itu menyergap setiap individu wartawan peliput konflik] menyelimuti kru wartawan.

Kebetulan aku satu mobil dengan Ismail [Majalah Detektif Spionase], tampak wajah Ismail begitu tegang, sebab ini kali pertama dirinya meliput konflik Aceh.

Apalagi Ismail memang belum pernah diberikan pelatihan untuk peliputan di daerah konflik. Sangat wajar jika dilema, keringat pun terlihat mengucur dari darinya, air conditioner mobil tak mampu meredam kucuran keringatnya.

BACA JUGA...  Prediksi Sint-Truiden vs Saint Gilloise, Belgium Pro League 25 Agustus 2024

Susana mencekam semakin terasa, saat melewati Kede Bieng dan mendekat ke persimpangan arah masuk ke wilayah pedalaman Lampu’uk, tak satu orang pun yang kami jumpai berselisih di jalan. Tegang bercampur gelisah menyergap.

Keraguan pun mencuat, ketika APC merangsek masuk ke arah pedalaman Gampong Lampu’uk, masyarakat seperti tahu akan terjadi sesuatu saat itu. Sebab suasananya memang sangat mencekam.

BACA JUGA...  Babinsa Gampong Cot Bak'U Sabang Ikut Dampingi Kegiatan Posyandu

Benar saja baru sampai di dusun Meunasah Balee, sudah terdengar rentetan senjata di kejauhan dari atas Gunung [Bukit] Lampu’uk.

Seketika itu juga, APC tiba-tiba berhenti, seorang anggota kru APC keluar dan mengatakan, “Kalian bergerak jangan jauh dari kami, agar kami bisa melindungi kalian dari serangan GAM,” jelasnya.