Tiga Jam Terjebak ‘Hujan Peluru’ di Lampu’uk

Syawaluddin Ksp

Lalu memberikan pertolongan medias untuk Personil TNI yang kena tembak tersebut, agar darah tidak terus mengalir keluar dari pahanya.

“Aku tidak tahu, kalau di atas kepalaku [Pohon Asam Jawa] ada GAM, untungnya kena kaki ku dan untungnya lagi tidak mengenai tulang pahaku, secara reflek ku arahkan tembakan ke personil GAM itu, buppp…jatuh dan tak bernyawa lagi,” sebut personil TNI itu.

BACA JUGA...  Imam Masjid di Aceh Timur Menangkan Keuchik

Tak jauh dari personil TNI yang tertembak itu [Hanya berjarak lima meter] aku melihat seorang sayap militer GAM meninggal dengan luka tembak menganga di dada kena muntahan AK-47.

Keringatku mengucur, ketakutan dan mencoba untuk tenang menghadapi situasi ini. Hatiku bergumam, “Ya Allah, mungkin ini akhir dari hayatku, tapi anakku masih merah [Bayi] ya Allah, selamatkan lah aku dari situasi mencekam ini,”.

BACA JUGA...  Dansatgas TMMD Kodim 0207/Sml : Personel Nginap Dirumah Orangtua Asuh Agar Tentara Lebih Dekat Dengan Rakyat

Keuntungan bagiku, sebelum aku diterjunkan ke wilayah Konflik, kami mendapat pelatihan militer dan medis, mengenali suara tembakan, jenis senjatanya dan jarak efektifnya.

Agar kami tahu jarak radius berapa meter menghindar dan berlindung dari area konflik bersenjata yang sedang berlangsung, aku tahu harus apa dan bagaimana menghadapi situasinya.

Lalu satu unit APC yang mengangkut personil TNI yang terluka perlahan surut ke belakang, menuruni perbukitan menuju Rumah Sakit di Banda Aceh.