“Di samping desakan orang tua kampung, teman, sahabat dan orang tua. Terutama itu keluarga [Anak dan Istri]. Niat tulus saya Lilahita’ala ingin mengabdi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan khususnya dan umumnya Aceh Tamiang,” jawabnya renyah.
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Bang Zak, begitu sapaan akrab Muhammad Zakiruddin yang lahir di Kampung Teluk Kemiri, Kecamatan Bendahara 46 tahun silam tepatnya 5 September 1977, mengawali percakapan saat dirinya beralih haluan dari politik bisnis melompat ke dunia politik praktis.
Bang Zak putra asli Aceh Tamiang, Dia lebih dikenal masyarakat sebagai pebisnis muda dan sangat mumpuni dibidang jasa konstruksi, Penyewaan alat Berat, dan Importir.
Pria berkulit putih, bermisai dengan tinggi 163 centimeter terlihat klimis dibalut tshirt putih dan pentalon blue jeans hitam kegemaran tampak sumringah, ketika dicerca pertanyaan terkait dirinya beralih ke dunia politik praktis pada dialog singkat tersebut.
“Di samping desakan orang tua kampung, teman, sahabat dan orang tua. Terutama itu keluarga [Anak dan Istri]. Niat tulus saya Lilahita’ala ingin mengabdi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan khususnya dan umumnya Aceh Tamiang,” jawabnya renyah. Pada mediaaceh.co.id. Rabu, 4 Oktober 2024 di Banda Aceh.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















