Sungai Tamiang: Nadi Kehidupan yang Kini Menjadi Destinasi Wisata Alam Unggulan Aceh Tamiang

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekosistem Sungai yang Kaya dan Terjaga

Sungai Tamiang juga terkenal dengan keanekaragaman hayatinya. Di dalam sungai hidup berbagai jenis ikan air tawar seperti:

Ikan jurung

Ikan lele sungai

Ikan seluang

Ikan gabus

Belida

Keberadaan ikan-ikan ini juga mendukung aktivitas memancing yang populer di kalangan wisatawan. Banyak pemancing dari luar daerah datang untuk merasakan sensasi memancing di sungai alami.

BACA JUGA...  Operasional Objek Wisata PLTD Apung Tidak Dianggarkan Lagi Oleh Pusat

Selain itu, kawasan hutan dan tepi sungai menjadi habitat berbagai jenis burung, reptil, dan serangga endemik. Pemandangan burung bangau, raja udang, dan helang sering terlihat pada pagi dan sore hari, sehingga menarik perhatian pecinta bird watching.

Wisata Budaya di Sepanjang Tepian Sungai

Sungai Tamiang tidak hanya memiliki daya tarik alam, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Banyak kampung tradisional berdiri di sepanjang tepian sungai, mempertahankan arsitektur rumah panggung dan tradisi masyarakat Tamiang.

BACA JUGA...  Lhok Guci Percontohan Kampung KB Di Aceh Jaya 

Di beberapa desa, wisatawan dapat melihat:

Aktivitas nelayan tradisional menangkap ikan menggunakan jaring dan bubu

Proses pengolahan hasil sungai

Kegiatan adat seperti tepung tawar dan tradisi kenduri laut

Aktivitas pertanian yang mengandalkan aliran air sungai

Masyarakat di sepanjang sungai terkenal ramah terhadap wisatawan. Tidak jarang, warga menawarkan kopi atau makanan sederhana kepada pengunjung sebagai bentuk keramahan khas Tamiang.

BACA JUGA...  Monumen Cinta Abadi Sultan Iskandar Muda untuk Putroe Phang

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Prosesi pelantikan Rahmatsyah, ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi oleh Bupati Bener Meriah oleh H. Ir. Tagore AB.

PARLEMENTARIA

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:12 WIB

Lettu (CPM) Surianto sedang memberikan pengarahan dalam rangka penertiban kendaraan dinas militer di Halaman Makodim 0107/Aceh Selatan, Rabu, (16/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:30 WIB

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB