Operasional Objek Wisata PLTD Apung Tidak Dianggarkan Lagi Oleh Pusat

  • Bagikan

 55 total views,  1 views today

Banda Aceh (MA)- Operasional objek wisata Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung yang berada di Gampong (Desa) Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, untuk tahun depan tidak lagi di biayai dari Anggaran Kementerian ESDM.

“Informasi tersebut diketahui, pada saat Kunjungan kerja (Kunker) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh ke Badan Pusat Survey Geologi Kementerian ESDM,” ujar Ramza Harli, SE kepada media ini, Kamis 14 November 2019. 

Untuk mengatasi hal tersebut, kita berharap kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, segera mengajukan Anggaran pada APBK Tahun 2020, guna melanjutkan operasional objek wisata PLTD Apung. Hal tersebut, telah juga kita sampaikan pada saat Rapat kerja Komisi II dengan Dinas Pariwisata.

“Kami tidak sanggup membayangkan, apabila dana operasional objek wisata tersebut tidak lagi tersedia,” kata Ramzah.

Ia menjelaskan, bahwa selama ini tidak ada sumber pendapatan dari situ, karena untuk masuk ke lokasi objek wisata PLTD Apung tidak dipungut biaya apapun.

“Saya sangat memahami kondisi objek wisata ini, karena saya juga bermukim disekitar areal kawasan wisata PLTD Apung. Banyak sekali kebutuhan anggaran untuk membiayai operasional disitu, mulai dari biaya listrik, biaya cleaning service, honor tenaga kontrak untuk security sampai dengan tenaga guide pemandu wisata,” sebut Ramza.

Ia juga mengatakan, bahwa objek wisata PLTD Apung ini, perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Kota, karena objek wisata ini merupakan salah satu destinasi favorit dari seluruh wisatawan mulai dari lokal hingga wisatawan mancanegara.

Lanjutnya, hampir setiap hari wisatawan dari mancanegara berkunjung ke PLTD Apung. Sedangkan pada musim liburan sekolah, dapat kita lihat banyak sekali turis lokal yang datang hingga membuat sesak dan macet di kawasan areal objek wisata tersebut.

Objek wisata yang sudah mendunia ini harus terus dijaga dan dirawat agar para wisatawan tidak bosan-bosannya berkunjung dan tidak merasa kecewa datang kesitu.  Apalagi saat ini, Wali Kota sedang giat giatnya mendorong sektor pariwisata agar mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, Ramza juga menambahkan, agar objek wisata ini terus diminati oleh para pengunjung, maka perlu dilakukan pengembangan secara terus menerus di kawasan tersebut, dengan didukung oleh adanya event-event pertunjukan seni budaya daerah Aceh yang populer.

Sementara, persoalan lainnya yang sangat mendesak saat ini adalah, sempitnya jalan menuju ke komplek wisata PLTD Apung, dan ditambah lagi lahan tempat parkir yang sempit.

Berdasarkan hal itu, Ramza menyarankan agar dilakukan lagi pembebasan lahan di areal kawasan wisata tersebut. Ia juga meminta agar kapal PLTD Apung ini dapat dijaga dan dirawat dengan sebaik baiknya, karena kapal yang sebesar ini hanya satu-satunya yang ada didarat.

“Saya agak khawatir, suatu saat kapal ini akan keropos dikarenakan posisi lantainya langsung di atas tanah. Sebaiknya kapal tersebut diberi penyanggah agar tidak langsung bersentuhan dengan tanah,” pinta Ramza Harli. (Ahmad Fadil)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...