Sungai Tamiang: Nadi Kehidupan yang Kini Menjadi Destinasi Wisata Alam Unggulan Aceh Tamiang

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

ACEH TAMIANG (MA) — Mengalir dari pegunungan bagian hulu hingga bermuara ke Selat Malaka, Sungai Tamiang bukan hanya urat nadi kehidupan masyarakat Aceh Tamiang, tetapi juga salah satu aset wisata alam yang kini semakin populer. Keindahannya yang alami, airnya yang jernih, serta aktivitas wisata yang beragam menjadikan Sungai Tamiang sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang ingin merasakan ketenangan dan keasrian alam Aceh Timur.

BACA JUGA...  Sekda Dorong Pers Profesional Aceh

Sebagai sungai terbesar dan terpanjang di Kabupaten Aceh Tamiang, Sungai Tamiang membentang melewati berbagai kecamatan seperti Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Sekerak, hingga Bendahara. Setiap segmen sungai memiliki karakter unik—dari jeram di bagian hulu yang cocok untuk petualangan, hingga aliran tenang di bagian hilir yang memanjakan wisata keluarga.

Keindahan Alam Sungai yang Masih “Perawan”

BACA JUGA...  Dinsos Aceh Besar dan Muspika Bantu Korban Kebakaran

Sungai Tamiang menawarkan pemandangan alam yang menenangkan sejak pertama kali terlihat. Airnya yang jernih dan tebing sungai yang hijau memberikan suasana alami yang sulit ditemukan di tempat lain. Pada pagi hari, kabut tipis yang menggantung di permukaan sungai menciptakan panorama magis, menjadikannya lokasi favorit para fotografer alam.

Di beberapa titik, sungai melewati kawasan hutan tropis yang masih terjaga. Suara burung, suara air mengalir, serta deru angin yang menyentuh pepohonan menghadirkan suasana damai khas pedalaman Aceh. Keasrian inilah yang membuat banyak wisatawan menyebut Sungai Tamiang sebagai “permata tersembunyi” di Aceh bagian timur.

BACA JUGA...  Jenis-Jenis Energi Terbarukan

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 Sep 2026 - 17:32 WIB

Rapat pembahasan APBK di DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 Sep 2026 - 17:19 WIB

Lepas sambut Kapolres Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Senin, 14 Sep 2026 - 17:05 WIB

Ketua Kopsen Baitul Qiradh Baburrayyan Rizwan Husein sedang sosialisasi cara Penguatan Jaringan Usaha bagi Koperasi Desa Merah Putih.

EKBIS

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Senin, 14 Sep 2026 - 16:57 WIB