Rawa Gambut Tamiang: Surga Ekowisata Baru di Aceh yang Menyimpan Keindahan Alam dan Nilai Konservasi Tinggi

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pentingnya Rawa Gambut bagi Kehidupan Masyarakat Tamiang

Lahan gambut memiliki fungsi ekologis sangat penting. Selain menjadi penyimpan air alami, gambut mampu menahan karbon dalam jumlah besar sehingga berperan dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Bagi masyarakat Aceh Tamiang, keberadaan rawa gambut juga memiliki makna ekonomi dan sosial. Selain menjadi sumber air, kawasan ini menopang kehidupan nelayan tradisional yang menangkap ikan rawa, seperti betok, gabus, dan sepat.

BACA JUGA...  Waterpark Kota Langsa, Destinasi Rekreasi Keluarga Terbaik di Pesisir Timur Aceh

Sementara masyarakat adat lokal memanfaatkan beberapa jenis tumbuhan rawa sebagai bahan kerajinan dan obat herbal. Keberagaman pemanfaatan inilah yang membuat rawa gambut menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari warga Tamiang.

Fasilitas dan Akses Menuju Destinasi

Pemerintah Aceh Tamiang terus berupaya memperbaiki akses ke kawasan Rawa Gambut Tamiang. Saat ini, beberapa jalur menuju destinasi sudah mendapatkan perbaikan, sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat hingga titik tertentu.

BACA JUGA...  Petugas Pernikahan Ikuti Orientasi Program KKBPK

Fasilitas dasar yang sedang dalam tahap pengembangan meliputi:

Dermaga kecil untuk perahu susur rawa

Papan informasi dan edukasi

Titik observasi satwa

Tempat istirahat sederhana

Pusat informasi wisata

Gerai UMKM berbahan baku alam rawa

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB

PEMERINTAHAN

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:10 WIB