Rawa Gambut Tamiang: Surga Ekowisata Baru di Aceh yang Menyimpan Keindahan Alam dan Nilai Konservasi Tinggi

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan ini semakin memukau ketika sinar matahari pagi jatuh di atas permukaan air, menciptakan pantulan yang memanjakan mata. Banyak fotografer alam yang datang untuk mengabadikan suasana tenang dan misterius yang hanya bisa ditemukan di ekosistem gambut.

Selain itu, udara di sekitar kawasan rawa terasa lebih sejuk dan lembap, memberikan sensasi relaksasi alami. Suara burung hutan, gesekan dedaunan, serta desiran angin membuat suasana terasa begitu damai—cocok untuk wisatawan yang ingin melepaskan penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

BACA JUGA...  Sensasi Jetski di Pantai Lampuuk, Wisata Favorit Gen Z yang Kian Digandrungi

Ekosistem Kaya Flora dan Fauna Langka

Rawa Gambut Tamiang merupakan rumah bagi banyak satwa endemik khas lahan basah. Beberapa jenis burung hutan, reptil, ikan rawa, dan mamalia kecil hidup secara alami di kawasan ini.

Para peneliti bahkan menemukan vegetasi khas gambut seperti:

Pohon meranti rawa

Jelutung

Pandan rawa

Rotan hutan

BACA JUGA...  Sabang Marine 2017 Yang Dilaksanakan BPKS  Menjadi Duta Wisata

Paku-pakuan besar

Tumbuhan obat tradisional

Keberadaan flora dan fauna tersebut menjadikan Rawa Gambut Tamiang sebagai lokasi yang cocok untuk penelitian botani dan zoologi, sekaligus tujuan favorit pecinta birdwatching.

Beberapa wisatawan mengaku datang hanya untuk melihat ratusan burung rawa yang bermigrasi di musim tertentu. Gerombolan burung yang beterbangan di atas permukaan air menciptakan atraksi alam yang luar biasa indah.

BACA JUGA...  Top! 3 Event Wisata Aceh Masuk KEN 2023

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Prosesi pelantikan Rahmatsyah, ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi oleh Bupati Bener Meriah oleh H. Ir. Tagore AB.

PARLEMENTARIA

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:12 WIB

Lettu (CPM) Surianto sedang memberikan pengarahan dalam rangka penertiban kendaraan dinas militer di Halaman Makodim 0107/Aceh Selatan, Rabu, (16/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:30 WIB

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB