Rawa Gambut Tamiang: Surga Ekowisata Baru di Aceh yang Menyimpan Keindahan Alam dan Nilai Konservasi Tinggi

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

ACEH TAMIANG (MA) — Di tengah meningkatnya minat wisata alam dan ekowisata di Indonesia, Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan eksistensinya sebagai daerah yang tidak hanya kaya destinasi rekreasi, tetapi juga memiliki kawasan ekologis penting untuk iklim dan keanekaragaman hayati. Salah satu destinasi yang kini dilirik sebagai ikon baru wisata ramah lingkungan adalah Rawa Gambut Tamiang, sebuah kawasan lahan basah yang menyimpan pesona alam yang unik sekaligus peranan penting bagi kelestarian lingkungan.

BACA JUGA...  Disbudpar Aceh dan Yayasan Geutanyoe Gelar Lomba Foto Hukum Adat Laot, Ini Ketentuannya

Terletak di Kecamatan Bendahara dan beberapa bagian Seruway, Rawa Gambut Tamiang merupakan bentang alam yang membentang luas dengan ekosistem khas lahan gambut yang masih terjaga. Kawasan ini menyajikan kombinasi pemandangan hutan rawa, sungai berkelok, tumbuhan endemik, hingga satwa liar yang hidup secara alami. Keindahan khas rawa gambut menjadikannya destinasi unggulan bagi pecinta ekowisata, peneliti lingkungan, serta wisatawan yang ingin menikmati kedamaian alam yang masih perawan.

BACA JUGA...  Duta Wisata Aceh Besar 2019, Siapa Dia?

Pesona Lanskap Gambut yang Jarang Ditemukan

Tidak seperti destinasi wisata populer lainnya, Rawa Gambut Tamiang menawarkan pengalaman visual yang berbeda. Air berwarna kehitaman khas gambut, hamparan vegetasi hijau, hingga pepohonan yang tumbuh di atas tanah basah menciptakan lanskap yang eksotis dan jarang ditemukan di wilayah lain.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 Sep 2026 - 17:32 WIB

Rapat pembahasan APBK di DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 Sep 2026 - 17:19 WIB

Lepas sambut Kapolres Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Senin, 14 Sep 2026 - 17:05 WIB

Ketua Kopsen Baitul Qiradh Baburrayyan Rizwan Husein sedang sosialisasi cara Penguatan Jaringan Usaha bagi Koperasi Desa Merah Putih.

EKBIS

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Senin, 14 Sep 2026 - 16:57 WIB