Peluang Cuan”Syiah Kuala Islamic Center”. Dari Pembangunan hingga Pengelolaan 

Selasa, 1 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak hanya itu, kehadiran para peneliti dan akademisi internasional akan menghidupkan sektor pariwisata dan perhotelan di Aceh. Mereka akan memerlukan akomodasi, makanan, serta berbagai fasilitas lainnya yang tentunya dapat menjadi sumber cuan bagi pelaku usaha lokal.

Wisata Religi: Menggaet Wisatawan Mancanegara

Salah satu aspek paling potensial dari Islamic Center ini adalah sebagai destinasi wisata religi, khususnya bagi wisatawan dari Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand. Dengan fasilitas manasik haji, pusat studi Islam, serta keberadaan manuskrip kuno yang menjadi daya tarik sejarah, Islamic Center ini dapat mengundang ribuan wisatawan muslim setiap tahunnya.

BACA JUGA...  Siapa Malek Mahmud?

Bisnis travel, hotel, hingga kuliner di sekitar Islamic Center akan mendapat angin segar dari gelombang wisatawan religi ini. Pengelola travel bisa menawarkan paket wisata religi ke Islamic Center, yang tidak hanya mencakup kegiatan spiritual namun juga edukatif. Di sisi lain, keberadaan warung-warung dan rumah makan yang menyajikan makanan khas Aceh akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

BACA JUGA...  Membangun Aceh yang Islami dan Modern melalui Program "Syiah Kuala Islamic Center"

Peluang Bisnis yang Tidak Terbatas

Syiah Kuala Islamic Center bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat ekonomi yang memiliki peluang bisnis yang tak terbatas. Mulai dari tahapan pembangunan hingga pengelolaan, Islamic Center ini membuka pintu bagi masyarakat Aceh untuk memanfaatkan setiap peluang ekonomi yang ada. Dengan perencanaan yang matang, Islamic Center ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan spiritual Aceh, tetapi juga kebangkitan ekonominya.

BACA JUGA...  Kalau Otak Tak Bersatu dengan Hati, Apa yang Terjadi?

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

EKBIS

Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam

Jumat, 21 Agu 2026 - 17:56 WIB

NEWS FEATURE

Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:40 WIB

FEATURE

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:29 WIB

Sekdakab Asel Diva Samudra Putra berbincang dengan Asisten dan pemateri Rakor di Aula Dinas Pariwisata Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Kamis, (20/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:04 WIB