Tahap Pengelolaan: Peluang di Sektor Keagamaan dan Pendidikan
Setelah Islamic Center ini selesai dibangun, tahap pengelolaan menawarkan lebih banyak peluang bisnis yang berkelanjutan. Salah satu yang paling potensial adalah pengelolaan kegiatan manasik haji dan umrah. Seiring dengan meningkatnya jumlah jemaah haji dan umrah di Aceh, Islamic Center dapat menjadi pusat manasik yang melayani ribuan jemaah setiap tahun. Potensi tumbuhnya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di sekitar Islamic Center juga menjanjikan potensi ekonomi bagi para pembimbing, penyelenggara, hingga penyedia jasa pelatihan.
Pelatihan manasik dan sertifikasi petugas manasik juga membuka peluang bagi Islamic Center untuk menjadi pusat sertifikasi keagamaan di Aceh. Di tahun 2021, tercatat ada sekitar 8000 pembimbing manasik bersertifikat di Indonesia, namun jumlah di Aceh sendiri belum jelas. Dengan adanya Islamic Center, Aceh bisa memperkuat posisi sebagai pusat pelatihan keagamaan yang berskala nasional, yang tentunya akan mendatangkan penghasilan bagi pengelola dan stakeholder terkait.
Studi Manuskrip dan Pusat Arkeologi: Menarik Cendekiawan Dunia
Islamic Center ini juga dapat menjadi pusat penelitian manuskrip dan arkeologi Islam. Pembelian manuskrip-manuskrip kuno yang saat ini dimiliki oleh individu-individu di Aceh akan menjadi bagian penting dari koleksi pusat studi ini. Dengan hadirnya cendekiawan dan akademisi dari berbagai universitas di dunia yang tertarik mempelajari manuskrip tersebut, Islamic Center akan menjadi pusat pengetahuan yang bergengsi, serta membuka potensi bisnis di sektor intelektual dan akademik.




