Museum Islam Samudera Pasai: Menjaga Sejarah Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Minggu, 13 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kerajaan Samudera Pasai dikenal sebagai gabungan dari dua kerajaan besar, yaitu Kerajaan Pase dan Peurlak. Malik Al-Saleh, yang berkuasa sejak 1297 hingga 1326 Masehi, memimpin kerajaan ini dengan penuh kebijaksanaan.

Di bawah pemerintahannya, Samudera Pasai berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Asia Tenggara. Posisi geografis kerajaan yang strategis di pesisir pantai Sumatera Utara menjadikannya pelabuhan penting bagi para pedagang dari berbagai belahan dunia, termasuk Arab, India, dan Tiongkok.

BACA JUGA...  Puncak Grapella: Wisata Alam dan Nuansa Mistis di Aceh Selatan yang Memukau Hati

Museum Islam Samudera Pasai menyimpan berbagai artefak peninggalan kerajaan yang mencerminkan kejayaan masa lalu. Di antara koleksi tersebut, terdapat naskah-naskah kuno, prasasti, senjata tradisional, serta berbagai perhiasan dan artefak lain yang menggambarkan kemakmuran kerajaan ini. Pengunjung dapat melihat langsung benda-benda bersejarah yang memperkaya pengetahuan tentang budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat pada masa itu.

BACA JUGA...  Dari Puncak Mercusuar Pulau Rangit, Menikmati Panorama Kepulauan Banyak dari Ketinggian

Seorang pengunjung, Hasan, mengungkapkan kekagumannya terhadap museum ini. “Saya sangat terkesan dengan bagaimana museum ini berhasil menghidupkan kembali sejarah Kerajaan Samudera Pasai. Melalui artefak-artefak yang dipamerkan, saya merasa seolah-olah sedang berjalan di tengah-tengah kerajaan yang dulu pernah berjaya di Nusantara ini,” ujarnya.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB