Dari Puncak Mercusuar Pulau Rangit, Menikmati Panorama Kepulauan Banyak dari Ketinggian

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL (MA) – Hamparan laut biru yang membentang sejauh mata memandang, gugusan pulau-pulau tropis yang menghiasi cakrawala, serta semilir angin Samudra Hindia menjadi pengalaman yang menanti wisatawan saat mengunjungi Mercusuar Pulau Rangit, salah satu destinasi unik di kawasan Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

Di tengah pesona pantai berpasir putih dan perairan jernih yang menjadi ciri khas Kepulauan Banyak, berdiri sebuah menara tua yang menyimpan nilai sejarah sekaligus menawarkan panorama alam yang memukau. Mercusuar Pulau Rangit bukan hanya menjadi saksi perjalanan maritim masa lalu, tetapi kini juga menjelma menjadi destinasi wisata favorit bagi pencinta alam, fotografi, dan sejarah.

BACA JUGA...  Penghasilan Tambahan Bupati dan Wabup Aceh Tamiang Sebesar 1,2 Miliar Tak Sesuai Ketentuan

Terletak di Pulau Rangit, Kecamatan Pulau Banyak, lokasi ini dapat dicapai menggunakan boat, speedboat, maupun kapal kayu dari sejumlah dermaga di kawasan Pulau Banyak. Perjalanan menuju pulau tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata yang menarik. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi pemandangan laut yang tenang, pulau-pulau kecil yang eksotis, serta kehidupan pesisir yang masih alami.

BACA JUGA...  Komunitas Wisata Tuantapa, Rayakan HUT-VIII di Guha Batee Meucanang  Labuhan Haji Barat

Sesampainya di Pulau Rangit, wisatawan akan langsung melihat bangunan mercusuar yang menjulang tinggi di antara pepohonan kelapa dan vegetasi pantai. Dari kejauhan, menara ini tampak kokoh dan menjadi landmark yang mudah dikenali.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB