Dari Puncak Mercusuar Pulau Rangit, Menikmati Panorama Kepulauan Banyak dari Ketinggian

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keberadaan Mercusuar Pulau Rangit menjadi bagian dari sejarah panjang pelayaran di kawasan barat Nusantara yang sejak dahulu dikenal sebagai jalur perdagangan dan pelayaran penting. Meski kini tidak lagi beroperasi seperti masa jayanya, bangunan ini tetap berdiri sebagai warisan sejarah yang memperkaya khazanah wisata Aceh Singkil.

Agam Provinsi Aceh 2023, Vima Syaddad Alfathan, menilai Mercusuar Pulau Rangit memiliki nilai lebih dibandingkan destinasi wisata pada umumnya karena memadukan keindahan alam dan sejarah dalam satu lokasi.

BACA JUGA...  Dyah Erti Buka Seminar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aceh di Jakarta

“Menara ini mengajarkan kita bahwa sebelum teknologi berbicara, manusia sudah lebih dulu belajar membaca laut. Pulau Rangit bukan hanya tentang destinasi wisata yang bisa difoto, tetapi juga menyimpan sejarah yang terlupakan. Setiap anak tangga adalah cerita, setiap jendela menghadirkan sudut pandang berbeda tentang bagaimana nenek moyang kita menaklukkan samudra dengan cahaya dan keberanian,” ujarnya.

BACA JUGA...  Tak Disangka Gampong Wisata Iboih Sabang Pecahkan Rekor MURI dan Juara 1 ADWI 2023

Menurut Vima, potensi wisata sejarah dan bahari seperti Mercusuar Pulau Rangit perlu terus diperkenalkan kepada wisatawan karena mampu memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibanding sekadar menikmati panorama alam.

Dengan suasana yang tenang, jauh dari keramaian, serta panorama yang masih alami, Mercusuar Pulau Rangit menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kepulauan Banyak. Destinasi ini menawarkan kombinasi antara petualangan, edukasi sejarah, dan keindahan alam yang sulit dilupakan.

BACA JUGA...  Wagub Aceh Percepat Pendataan Huntap Pascabencana Aceh

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB