Keberadaan Mercusuar Pulau Rangit menjadi bagian dari sejarah panjang pelayaran di kawasan barat Nusantara yang sejak dahulu dikenal sebagai jalur perdagangan dan pelayaran penting. Meski kini tidak lagi beroperasi seperti masa jayanya, bangunan ini tetap berdiri sebagai warisan sejarah yang memperkaya khazanah wisata Aceh Singkil.

Agam Provinsi Aceh 2023, Vima Syaddad Alfathan, menilai Mercusuar Pulau Rangit memiliki nilai lebih dibandingkan destinasi wisata pada umumnya karena memadukan keindahan alam dan sejarah dalam satu lokasi.
“Menara ini mengajarkan kita bahwa sebelum teknologi berbicara, manusia sudah lebih dulu belajar membaca laut. Pulau Rangit bukan hanya tentang destinasi wisata yang bisa difoto, tetapi juga menyimpan sejarah yang terlupakan. Setiap anak tangga adalah cerita, setiap jendela menghadirkan sudut pandang berbeda tentang bagaimana nenek moyang kita menaklukkan samudra dengan cahaya dan keberanian,” ujarnya.
Menurut Vima, potensi wisata sejarah dan bahari seperti Mercusuar Pulau Rangit perlu terus diperkenalkan kepada wisatawan karena mampu memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibanding sekadar menikmati panorama alam.
Dengan suasana yang tenang, jauh dari keramaian, serta panorama yang masih alami, Mercusuar Pulau Rangit menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kepulauan Banyak. Destinasi ini menawarkan kombinasi antara petualangan, edukasi sejarah, dan keindahan alam yang sulit dilupakan.




