Penguatan Lembaga Sosial penting untuk Entaskan Permasalahan Sosial

Jumat, 29 September 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (Atjejdaily)- Permasalahan sosial  memiliki arti cukup luas, antara lain kemiskinan, pengangguran,  disabilitas, pergaulan bebas dan lain sebagainya.  Dengan sederet tanggungjawab itu, maka Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota memiliki tanggung jawab dalam menjalankan program pembinaan sosial di berbagai lapisan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Drs Syaiba Ibrahim, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, pada acara penutupan Rapat Koordinasi Daerah Program Keluarga Harapan tahun 2017, di Hermes Palace Hotel, Jum’at (29/9/2017).

“Oleh karena itu, penguatan lembaga-lembaga dan kegiatan sosialisasi dalam rangka menjalankan program pembinaan sosial harus terus dilakukan agar kita mampu menjalankan tanggungjawab tersebut dengan baik,” ujar Syaiba.

Untuk diketahui bersama, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Nomor 11 tahun 2013 tentang Kesejahteraan Sosial, telah mengamanatkan, bahwa  seluruh rakyat Aceh berhak mendapatkan pelayanan dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota untuk berbagai persoalan sosial demi peningkatan kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA...  Prabowo Jadi Presiden RI, Berikut Susunan Nama Menteri

Saat ini, sambung Syaiba, Pemerintah Aceh terus merancang dan mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. “Dan kita bersyukur bahwa Pemerintah Pusat, memiliki Program Keluarga Harapan yang dijalankan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Aceh. Program tersebut tentu semakin memperkuat upaya kita bersama dalam mengatasi berbagai tantangan di bidang kesejahteraan sosial.”

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program prioritas nasional yang ditujukan untuk membantu keluarga sangat miskin dengan kualifikasi tertentu, seperti ibu hamil atau menyusui, serta bantuan pendidikan untuk keluarga miskin.

BACA JUGA...  Seluruh Wilayah Aceh Dinyatakan Sementara Bebas Zona Merah

Di Aceh, progam ini sudah berjalan sejak tahun 2008. Setelah beberapa tahun pelaksanaan di seluruh kabupaten/kota, Program Keluarga Harapan telah membantu puluhan ribu keluarga sangat miskin yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.

“Harapan kita, semoga tahun ini, dan tahun-tahun mendatang, PKH bisa berjalan lebih maksimal lagi agar lebih banyak keluarga miskin yang terbantu,” kata Syaiba.

Menurut Syaiba untuk memenuhi harapan tersebut dibutuhkan persepsi dan pemahaman yang baik tentang berbagai seluk beluk Program Keluarga Harapan. “Hal ini penting, agar dalam menjalankan program tersebut, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Aceh, dan stakeholder terkait, memiliki kesamaan gerak langkah, dan memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pelaksanaan program keluarga harapan.”

Syaiba mengungkapkan, meskipun sudah mulai membuahkan hasil, namun masih banyak kendala dan kritik terhadap PKH, baik dari desain program maupun pada saat pelaksanaannya. “Karena itu, penyempurnaan mekanisme pelaksanaan PKH menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjadikan program ini menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.”

BACA JUGA...  Ayah Wa Temui Sejumlah Menteri di Jakarta Untuk Pembangunan Aceh Utara 

Diakhir sambutannya, Syaiba juga berharap agar Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Sosial, dapat terus memberikan perhatian dan dukungan, bagi pelaksanaan dan pengembangan program-program kesejahteraan sosial di Aceh.

“Mudah mudahan melalui pertemuan ini, kita dapat menyamakan visi dan persepsi dalam melaksanakan agenda untuk mensukseskan program PKH di Aceh. Insya Allah dengan kerja keras dan dukungan dari seluruh pihak, terutama Pemerintah Pusat, maka kesejahteraan sosial masyarakat Aceh dapat terus kita tingkatkan di masa-masa mendatang,” pungkas Syaiba Ibrahim. (r)

Berita Terkait

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 
APBK Aceh Tengah Perubahan Tahun 2026 Bertambah 
Ayah Wa: Kita Perjuangkan KK Gantung
Plt Sekda Aceh Minta Rehab-Rekon Segera Dipacu
Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 
Pengurus “Tuha Peut” Nasional  Usulkan Revisi Permendagri Nomor 110
Ayah Wa: Terima Kasih Yayasan Buddha Tzu Chi
FOSKADJA Resmi Bentuk Kepengurusan Baru Masa Bakti 2026-2029

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:09 WIB

APBK Aceh Tengah Perubahan Tahun 2026 Bertambah 

Rabu, 30 September 2026 - 19:53 WIB

Plt Sekda Aceh Minta Rehab-Rekon Segera Dipacu

Rabu, 30 September 2026 - 13:13 WIB

Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 

Selasa, 29 September 2026 - 17:31 WIB

Pengurus “Tuha Peut” Nasional  Usulkan Revisi Permendagri Nomor 110

Berita Terbaru

NANGGROE

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:54 WIB

Wakapolres Asel bersama PJU Polres foto bersama seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

RAGAM BERITA

Polres Asel Peringati Hari Kesaktian Pancasila 

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:19 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Tengah, Gunawan Putra,

PEMERINTAHAN

APBK Aceh Tengah Perubahan Tahun 2026 Bertambah 

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:09 WIB

NEWS FEATURE

Konflik HGU Aceh Timur Memasuki Fase Kritis

Kamis, 1 Okt 2026 - 11:26 WIB