‘Meretas’ Keterisoliran ‘Baling Karang’ Bermodal Jembatan Gantung

Rabu, 26 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Gantung bantuan Pokir H Ilham Pangestu DPR RI partai Golkar.

Jembatan Gantung bantuan Pokir H Ilham Pangestu DPR RI partai Golkar.

“Kami sangat menderita puluhan tahun lamanya. Jika saya ingat sejak tahun 1968 kami di sini tak tahu dunia luar seperti apa. Untuk mendapatkan sesuatu, saat saya kecil dulu, harus menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam lamanya. Membuat kami terpuruk dan sedikit putus asa,” kenang Datok Penghulu [Kepala Desa] Baling Karang Jhony S. Kamis, 26 Februari 2025 dari Baling Karang. 

KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id. id – Kampung [Desa] Baling Karang namanya, letaknya di Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang. Untuk bisa sampai ke Kampung itu harus menempuh perjalanan sejauh 45 kilometer arah Barat ibukota kabupaten [Kota Kualasimpang].

BACA JUGA...  Dari Aceh Tamiang ke Langkat; Kisah tentang Harapan yang Disatukan oleh CSR

Kondisi jalannya sangat baik [beraspal] dengan vegetasi perkebunan Kelapa Sawit rakyat dan perusahaan besar pemilik Hak Guna Usaha (HGU), serta sungai yang sesekali menyembul menemani perjalanan.

Datok Penghulu Jhony S bersama H Ilham Pangestu.

Panorama perbukitan cekung nan indah, menambah decak kagum kebesaran Allah SWT. Baigronnya gunung berbatuan Sangka Pane; membujur dari Selatan menuju Barat, berada di antara Aceh Tamiang dengan Aceh Timur.

BACA JUGA...  Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Baling Karang, baru saja meretas diri dari keterisoliran. Sejak tahun 1968 kampung ini benar benar sulit untuk di terabas [didatangi]. Mengingat kondisi akses, tanah berlumpur dipenuhi lubang lubang [bekas pijakan ban truk bermuatan puluhan ton kelapa sawit] berisi air hujan.

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB