‘Meretas’ Keterisoliran ‘Baling Karang’ Bermodal Jembatan Gantung

Rabu, 26 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Gantung bantuan Pokir H Ilham Pangestu DPR RI partai Golkar.

Jembatan Gantung bantuan Pokir H Ilham Pangestu DPR RI partai Golkar.

Jika musim kemarau kita bisa sampai ke Baling Karang kisaran 3 – 4 jam perjalanan dengan menggunakan truk yang memakai dobel gardan.

Sebaliknya jika musim penghujan tiba, untuk dapat menjangkau kampung itu bisa 12 jam perjalanan, karena beratnya medan yang dilalui berlumpur, berlubang dan sangat licin.

Bahkan tak jarang, masyarakat harus menginap [bermalam] di jalan, karena kelelahan berjibaku dengan lumpur. Baru keesokan subuhnya mereka melanjutkan kembali perjalanannya menuju Baling Karang.

BACA JUGA...  SAAT JAC–STR MENEMBUS SUNYI PENGUNGSIAN SEKUMUR
Sebelum ada jembatan gantung.

Tahun 90-an sampai 2000-an untuk memasuki kampung Baling Karang ada dua cara, dengan menggunakan akomoda transportasi air dan penyeberangan menggunakan Getek [Perahu besi gandeng bermesin].

Jika dengan akomoda air [Boat] bisa menempuh perjalanan 6–7 jam perjalanan menelusuri terusan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, dengan panorama hutan gegas dan hutan lebat di kiri kanan sungai.

BACA JUGA...  Pulau Pusong, Peluh dan Ikan Asin yang Bertahan

Sedangkan jalur darat dapat di tempuh dengan sepeda motor dan mobil dobel gardan. Risikonya jika musim hujan berjibaku dengan Lumpur dan tanah licin. Dan musim kemarau masyarakat bergumul dengan debu lumpur yang telah mengering.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB