Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Mediaaceh.co.id –  Hikayat Prang Sabi (atau Hikayat Perang Sabil) merupakan salah satu karya sastra Aceh paling berpengaruh dalam sejarah. Hikayat ini lahir pada masa Perang Aceh (1873–1904, dengan perlawanan yang berlanjut hingga awal abad ke-20) sebagai media dakwah sekaligus penyemangat rakyat Aceh untuk mempertahankan tanah air dari penjajahan Belanda.

BACA JUGA...  Syekh Syamsuddin As-Sumatrani, Ulama Besar Aceh yang Mengharumkan Peradaban Islam Nusantara

Berbeda dengan hikayat yang umumnya berisi kisah kepahlawanan atau legenda kerajaan, Hikayat Prang Sabi berisi syair-syair keagamaan yang mengajak umat Islam berjihad mempertahankan agama, negeri, dan kehormatan. Karena pengaruhnya yang sangat besar, pemerintah kolonial Belanda menganggap hikayat ini sebagai salah satu “senjata” paling berbahaya dalam perlawanan rakyat Aceh.

Lahir di Tengah Perang Aceh

BACA JUGA...  Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh

Perang Aceh dimulai pada 1873 ketika Belanda melancarkan ekspedisi militer untuk menaklukkan Kesultanan Aceh Darussalam. Meski ibu kota kesultanan berhasil diduduki, perlawanan rakyat justru semakin meluas.

Dalam situasi tersebut, para ulama mengambil peran penting sebagai pemimpin perjuangan. Mereka tidak hanya memimpin pasukan di medan perang, tetapi juga membangun semangat rakyat melalui ceramah, pengajian, dan pembacaan Hikayat Prang Sabi.