Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Hubungannya dengan Teungku Chik di Tiro

Tokoh pejuang Teungku Chik di Tiro dikenal sebagai salah satu ulama yang aktif menyebarkan semangat prang sabi dalam perjuangan melawan Belanda. Melalui dakwah, khutbah, dan pembacaan hikayat, ia membangun keyakinan bahwa mempertahankan Aceh dari penjajahan merupakan bagian dari kewajiban agama.

Warisan Sastra dan Sejarah

BACA JUGA...  Khanduri Maulid Aceh: Warisan Kesultanan yang Menyatukan Syariat, Adat, dan Persaudaraan

Kini, Hikayat Prang Sabi dipandang sebagai salah satu karya sastra terpenting dalam khazanah budaya Aceh. Nilainya tidak hanya terletak pada aspek sastra, tetapi juga sebagai dokumen sejarah yang menggambarkan bagaimana agama, budaya, dan identitas masyarakat Aceh berpadu dalam menghadapi kolonialisme.

Naskah ini telah ditransliterasi ke huruf Latin dan menjadi objek kajian berbagai peneliti sejarah, sastra, dan studi Islam. Penelitian-penelitian modern menunjukkan bahwa Hikayat Prang Sabi bukan sekadar seruan perang, melainkan juga bentuk penafsiran keagamaan yang disampaikan melalui sastra lokal Aceh untuk membangun semangat kolektif melawan penjajahan. Adv