Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Mediaaceh.co.id –  Di jantung Kota Banda Aceh berdiri megah Masjid Raya Baiturrahman, sebuah bangunan yang bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol perlawanan, keteguhan iman, dan identitas masyarakat Aceh. Selama lebih dari empat abad, masjid ini telah menjadi saksi berbagai peristiwa besar, mulai dari masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam, Perang Aceh melawan kolonial Belanda, hingga bencana tsunami Samudra Hindia pada 26 Desember 2004 yang mengguncang dunia.

BACA JUGA...  Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Dibangun pada Masa Kejayaan Kesultanan Aceh

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman memiliki beberapa versi. Banyak sejarawan mengaitkan pembangunan masjid dengan pemerintahan Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1612, ketika Kesultanan Aceh berada di puncak kejayaannya sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Asia Tenggara. Ada pula sumber yang menyebutkan bahwa bangunan awal masjid telah berdiri lebih dahulu pada akhir abad ke-13, kemudian diperluas secara besar-besaran pada masa Sultan Iskandar Muda.

BACA JUGA...  Sejarah Danau Laut Tawar, Jantung Kehidupan Masyarakat Gayo

Pada masa itu, masjid berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan Islam, musyawarah kerajaan, hingga tempat para ulama mengajar. Aceh dikenal sebagai “Serambi Mekkah” karena menjadi salah satu pusat keilmuan Islam terbesar di kawasan Nusantara. Ulama dari Arab, Persia, India, hingga Turki datang untuk berdiskusi dan mengajar di Aceh.