Syekh Syamsuddin As-Sumatrani, Ulama Besar Aceh yang Mengharumkan Peradaban Islam Nusantara

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaaceh.co.id – Dalam sejarah panjang peradaban Islam di Nusantara, nama Syekh Syamsuddin bin Abdullah As-Sumatrani tercatat sebagai salah satu ulama terbesar yang pernah dimiliki Aceh. Sosok yang juga dikenal dengan nama Syamsuddin Pasai ini hidup pada akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17 dan memainkan peran penting dalam perkembangan pemikiran Islam, khususnya tasawuf, di kawasan Melayu Nusantara.

BACA JUGA...  Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia

Meski tanggal kelahirannya tidak diketahui secara pasti, para sejarawan meyakini bahwa Syamsuddin berasal dari Pasai, Aceh. Ia dikenal sebagai seorang cendekiawan yang menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari tasawuf, fikih, tauhid, filsafat, sejarah, hingga ilmu logika (mantiq). Selain itu, ia juga menguasai beberapa bahasa penting pada zamannya, seperti bahasa Melayu-Jawi, Arab, dan Persia.

BACA JUGA...  Sejarah Danau Laut Tawar, Jantung Kehidupan Masyarakat Gayo

Syekh Syamsuddin merupakan murid sekaligus penerus pemikiran ulama sufi terkenal, Hamzah al-Fansuri. Ia kemudian mengembangkan ajaran tasawuf yang dikenal dengan konsep Wahdatul Wujud atau kesatuan wujud, yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan intelektual Islam di Aceh dan dunia Melayu.

Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Syamsuddin dipercaya menduduki jabatan Syaikhul Islam, yakni posisi tertinggi dalam urusan keagamaan di Kesultanan Aceh Darussalam. Dari kedudukannya itu, ia menjadi penasihat utama kerajaan sekaligus tokoh yang berpengaruh dalam pembentukan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Aceh.

BACA JUGA...  Kerajaan Tamiang, Salah Satu Kerajaan Bersejarah di Aceh yang Pernah Mencapai Masa Kejayaan

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh
Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

FEATURE

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 13:44 WIB

FEATURE

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:34 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Pendidikan Aceh Tak Boleh Kehilangan Jati Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:17 WIB

PERISTIWA

Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:07 WIB