Syekh Syamsuddin As-Sumatrani, Ulama Besar Aceh yang Mengharumkan Peradaban Islam Nusantara

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kehadiran Syamsuddin menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat studi Islam terkemuka di Asia Tenggara. Pada masa kejayaan Kesultanan Aceh, banyak ulama dan pelajar dari berbagai wilayah datang untuk mempelajari ilmu agama, tasawuf, dan filsafat Islam di negeri Serambi Mekkah tersebut.

Selain dikenal sebagai pemikir besar, Syamsuddin juga meninggalkan sejumlah karya penting yang membahas ajaran tasawuf dan filsafat Islam. Pemikirannya memberikan warna tersendiri dalam perkembangan intelektual Islam di Nusantara dan menjadi rujukan para ulama pada masa-masa berikutnya.

BACA JUGA...  Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Riwayat hidup Syamsuddin As-Sumatrani berakhir pada tahun 1630 M. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa beliau wafat ketika mengikuti pertempuran melawan Portugis di Melaka dan kemudian dimakamkan di Kampung Ketek, Melaka. Keterangan mengenai wafatnya juga tercatat dalam kitab Bustanus Salatin, karya ulama besar Aceh, Nuruddin ar-Raniri, yang menyebut Syamsuddin wafat pada 12 Rajab 1039 Hijriah atau sekitar tahun 1630 Masehi.

BACA JUGA...  Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

 

Lebih dari tiga abad setelah wafatnya, nama Syekh Syamsuddin As-Sumatrani tetap dikenang sebagai salah satu tokoh besar yang mengangkat martabat Aceh sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam. Pemikiran dan karya-karyanya menjadi warisan intelektual yang terus dipelajari hingga saat ini, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai pusat studi Islam dunia. Adv

BACA JUGA...   Aliansi Aceh dan Turki Ustmaniyah Melawan Portugis di Selat Malaka

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh
Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

FEATURE

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 13:44 WIB

FEATURE

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:34 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Pendidikan Aceh Tak Boleh Kehilangan Jati Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:17 WIB

PERISTIWA

Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:07 WIB