Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh

Mediaaceh.co.id –  Kerajaan Pedir (Pedie atau Pidie) merupakan salah satu kerajaan penting di pesisir utara Aceh yang berkembang sebelum berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam. Dalam catatan para pelaut dan pedagang asing pada abad ke-15 hingga awal abad ke-16, Pedir dikenal sebagai kerajaan maritim yang makmur karena menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka.

BACA JUGA...  Sejarah Danau Laut Tawar, Jantung Kehidupan Masyarakat Gayo

Berbeda dengan Kerajaan Jeumpa yang lebih banyak dikenal melalui hikayat, keberadaan Kerajaan Pedir didukung oleh sejumlah sumber asing, terutama catatan Portugis dan penjelajah Eropa.

Berdiri Sebelum Abad ke-15

Tidak diketahui secara pasti kapan Kerajaan Pedir didirikan. Namun, para sejarawan memperkirakan kerajaan ini telah berkembang paling lambat pada abad ke-14 dan mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

BACA JUGA...  Mengungkap Asal Usul Suku Gayo, Salah Satu Peradaban Tertua di Aceh

Pusat pemerintahannya diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Pidie saat ini yang menghadap langsung ke Selat Malaka, menjadikannya lokasi strategis bagi aktivitas perdagangan internasional.

Pusat Perdagangan Internasional

Sebelum Portugis menguasai Malaka pada 1511, Pedir telah menjadi pelabuhan dagang yang ramai.

Pedagang dari Arab, Gujarat (India), Persia, Tiongkok, hingga Asia Tenggara datang ke Pedir untuk membeli berbagai komoditas seperti lada, emas, kapur barus, hasil hutan, dan kain.