Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh

Rabu, 15 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaaceh.co.id –  Kerajaan Pedir (Pedie atau Pidie) merupakan salah satu kerajaan penting di pesisir utara Aceh yang berkembang sebelum berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam. Dalam catatan para pelaut dan pedagang asing pada abad ke-15 hingga awal abad ke-16, Pedir dikenal sebagai kerajaan maritim yang makmur karena menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka.

BACA JUGA...  Syekh Syamsuddin As-Sumatrani, Ulama Besar Aceh yang Mengharumkan Peradaban Islam Nusantara

Berbeda dengan Kerajaan Jeumpa yang lebih banyak dikenal melalui hikayat, keberadaan Kerajaan Pedir didukung oleh sejumlah sumber asing, terutama catatan Portugis dan penjelajah Eropa.

Berdiri Sebelum Abad ke-15

Tidak diketahui secara pasti kapan Kerajaan Pedir didirikan. Namun, para sejarawan memperkirakan kerajaan ini telah berkembang paling lambat pada abad ke-14 dan mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

BACA JUGA...  Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Pusat pemerintahannya diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Pidie saat ini yang menghadap langsung ke Selat Malaka, menjadikannya lokasi strategis bagi aktivitas perdagangan internasional.

Pusat Perdagangan Internasional

Sebelum Portugis menguasai Malaka pada 1511, Pedir telah menjadi pelabuhan dagang yang ramai.

Pedagang dari Arab, Gujarat (India), Persia, Tiongkok, hingga Asia Tenggara datang ke Pedir untuk membeli berbagai komoditas seperti lada, emas, kapur barus, hasil hutan, dan kain.

BACA JUGA...  Ketika Belanda Kesulitan Menaklukkan Tanah Gayo: Perlawanan dari Negeri di Atas Awan

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara
Mengungkap Asal Usul Suku Gayo, Salah Satu Peradaban Tertua di Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

Anggota DPRK Asel Kamalul mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD Partai Golkar periode 2026-2031 dan diterima Panitia Musda di Sekretariat Partai Golkar Jalan T. Cut Ali Tapaktuan,  Jumat, (16/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

POLITIK

Musda Golkar Asel, Kamalul Resmi Mendaftar

Jumat, 16 Okt 2026 - 22:10 WIB

RAGAM BERITA

Bang Ijeck Dipercaya Jadi Sekjen MPN, Anto Genk: Selamat

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:43 WIB