Menunggu Tangan Pusat Bersuara

Selasa, 2 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana Besar yang Mengubah Wajah Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG bukan daerah yang asing dengan bencana.

Secara geografis, kabupaten yang berada di wilayah timur Provinsi Aceh ini memiliki sejumlah sungai besar yang bermuara ke Selat Malaka.

Saat curah hujan tinggi terjadi di daerah hulu, debit air meningkat dan mengalir ke kawasan hilir yang dihuni masyarakat.

BACA JUGA...  KETIKA RUMAH SAKIT HAMPIR TENGGELAM

Pada 2025, intensitas hujan yang tinggi memicu banjir di sejumlah wilayah.

Ribuan rumah terdampak.

Lahan pertanian terendam.

Jalan-jalan penghubung rusak.

Fasilitas umum mengalami kerusakan.

Aktivitas ekonomi masyarakat terganggu selama berminggu-minggu.

Bagi sebagian warga, bencana bukan hanya soal kehilangan harta benda. Bencana berarti hilangnya sumber pendapatan keluarga, rusaknya kebun yang menjadi tulang punggung ekonomi, hingga ketidakpastian masa depan.

BACA JUGA...  DI HADAPAN PRESIDEN, BUPATI ACEH TAMIANG UNGKAP KRISIS AIR, RUMAH, DAN PERUT RAKYAT

Karena itu, ketika pemerintah menjanjikan bantuan pemulihan, masyarakat menaruh harapan besar.

Harapan itulah yang kemudian berkembang menjadi tuntutan ketika bantuan belum kunjung diterima.

Kritik Mengarah ke Pemerintah Daerah

DALAM berbagai diskusi publik, media sosial, hingga percakapan sehari-hari, kritik kerap diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh untuk mencairkan bantuan.

BACA JUGA...  PT KAI Diduga Paksa Penggusuran Warga Blok PJKA Langsa Tanpa Kompensasi

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB