Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) — Duduk berjejer, bergerak serempak mengikuti irama, lalu syair dilantunkan dengan penuh penjiwaan. Begitulah salah satu wajah Likok Pulo, kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di kawasan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Di balik gerakan yang terlihat sederhana namun membutuhkan kekompakan, tersimpan pesan-pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

BACA JUGA...  Kedutaan Kanada: Keripik Janing dan Gula Aren Bener Meriah Sudah Sampai Ke PM Kanada

Likok Pulo bukan hanya soal gerak tubuh. Syair menjadi bagian penting dalam pertunjukan, sekaligus menjadi medium untuk menyampaikan nasihat, nilai keagamaan, kebersamaan hingga pesan sosial.

Nama Likok Pulo berasal dari kata likok yang merujuk pada gerakan atau lenggak tubuh, sedangkan pulo berarti pulau.

Dalam pementasannya, sejumlah penari laki-laki duduk berbaris dan melakukan berbagai gerakan secara serempak. Kekompakan menjadi salah satu kekuatan utama pertunjukan tersebut.

BACA JUGA...  Aceh Tamiang Gelar MTQ ke VII dan FASI Satu

Di tengah para penari terdapat seorang pemimpin syair yang dikenal sebagai syekh. Ia melantunkan syair yang menjadi pengiring sekaligus pengarah suasana pertunjukan.

Perpaduan gerak, irama dan lantunan syair itulah yang membuat Likok Pulo memiliki karakter tersendiri. Penonton tidak hanya disuguhi sebuah pertunjukan visual, tetapi juga diajak mendengarkan pesan yang terkandung dalam setiap syair.

BACA JUGA...  Guru SMPN 7 Lhokseumawe Lintasi Banjir

Ketika Tari Menjadi Media Nasihat

Dalam tradisi masyarakat Aceh, seni sering kali tidak berdiri sendiri. Kesenian menjadi bagian dari cara masyarakat menyampaikan nilai, menghibur sekaligus memberikan nasihat.

Berita Terkait

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh
Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Selasa, 29 September 2026 - 15:42 WIB

Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Berita Terbaru

TNI bersama warga Ase sedang melakukan pekerjaan pembangunan jembatan beton.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Bangun Jembatan Beton di Aceh Selatan 

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:36 WIB

KESEHATAN

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:27 WIB

Pansus DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:52 WIB

Saat Azhari warga Gampong Teuping Gajah dirujuk ke RSUD Cut Mutia.

KESEHATAN

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:29 WIB

Geuchik Gampong Buket Jrat Manyang Dahlawi yang didampingi oleh Ketua Kopdes Merah Putih Gampong dan Babinsa Koramil 014/Tja saat menerima Mobil Kopdes Merah Putih di Makodim 0103/Aut, Senin (12/10).

PEMERINTAHAN

Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:21 WIB