Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) — Duduk berjejer, bergerak serempak mengikuti irama, lalu syair dilantunkan dengan penuh penjiwaan. Begitulah salah satu wajah Likok Pulo, kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di kawasan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Di balik gerakan yang terlihat sederhana namun membutuhkan kekompakan, tersimpan pesan-pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

BACA JUGA...  Warga Samadua Berharap Tebing Aliran Sungai Segera Dibangun

Likok Pulo bukan hanya soal gerak tubuh. Syair menjadi bagian penting dalam pertunjukan, sekaligus menjadi medium untuk menyampaikan nasihat, nilai keagamaan, kebersamaan hingga pesan sosial.

Nama Likok Pulo berasal dari kata likok yang merujuk pada gerakan atau lenggak tubuh, sedangkan pulo berarti pulau.

Dalam pementasannya, sejumlah penari laki-laki duduk berbaris dan melakukan berbagai gerakan secara serempak. Kekompakan menjadi salah satu kekuatan utama pertunjukan tersebut.

BACA JUGA...  Mualem Ajak Ayah Wa dan Tarmizi Bersinergi Majukan Aceh Utara

Di tengah para penari terdapat seorang pemimpin syair yang dikenal sebagai syekh. Ia melantunkan syair yang menjadi pengiring sekaligus pengarah suasana pertunjukan.

Perpaduan gerak, irama dan lantunan syair itulah yang membuat Likok Pulo memiliki karakter tersendiri. Penonton tidak hanya disuguhi sebuah pertunjukan visual, tetapi juga diajak mendengarkan pesan yang terkandung dalam setiap syair.

BACA JUGA...  Diduga Hina Profesi Wartawan Anggota PWI Sabang Polisikan Dua Pengguna Facebook

Ketika Tari Menjadi Media Nasihat

Dalam tradisi masyarakat Aceh, seni sering kali tidak berdiri sendiri. Kesenian menjadi bagian dari cara masyarakat menyampaikan nilai, menghibur sekaligus memberikan nasihat.

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB