Dikee Pam Aceh Jaya: Warisan Syair Maulid yang Tak Lekang Zaman

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) – Di Gampong Tuwi Eumpeuk, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, sebuah kesenian tradisional masih terus hidup di tengah perubahan zaman.

Namanya Dikee Pam (Dikee Pam Panga).

Kesenian ini bukan sekadar pertunjukan. Di balik lantunan syair dan shalawat yang menjadi bagian dari penampilannya, tersimpan perjalanan panjang budaya masyarakat Tuwi Eumpeuk yang berakar dari tradisi keagamaan.

BACA JUGA...  Meriahkan PON XXI, Pemerintah Aceh Luncurkan E-Guidebook Event Budaya dan Wisata

Dikee Pam dipercaya mulai lahir pada 1951 melalui kreativitas Tgk. Hamzah, salah seorang tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan awal kesenian tersebut. Tgk. Hamzah kemudian meninggal dunia pada 1978.

Hingga kini, Tuwi Eumpeuk tetap menjadi tempat utama masyarakat yang menjaga dan memainkan Dikee Pam.

Para pelakunya berhimpun dalam Sanggar Aneuk Nanggroe, wadah yang selama bertahun-tahun menjadi ruang bagi para seniman untuk berlatih sekaligus mempertahankan pengetahuan mengenai kesenian tersebut.

BACA JUGA...  OSIS SMAN 1 Nurussalam Belajar Ilmu Kepemimpinan

Tgk. Marwan, yang pernah memimpin Sanggar Aneuk Nanggroe pada 1997-2018 dan kini menjadi salah satu tokoh yang dituakan di sanggar itu, mengatakan Dikee Pam tidak pernah dibatasi untuk berkembang ke daerah lain.

Menurutnya, masyarakat Tuwi Eumpeuk justru terbuka jika ada kelompok seni atau komunitas dari luar yang ingin mempelajari Dikee Pam.

BACA JUGA...  Meudikee Raya_ dan Buka Puasa dengan Kanji Rumbi Semarakkan Pembukaan Aceh Ramfest

Berita Terkait

Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair
Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari
Di Balik Gerak Tari Bines, Tersimpan Syair dan Nasihat dari Tanah Gayo
Tari Dampeng Singkil, Ketika Gerak dan Musik Mengiringi Langkah Pengantin
Di Balik Tiang dan Ukiran, Ada Jejak Peradaban Rumoh Aceh
Rabbani Wahed: Energi Gerak, Lantunan Dzikir dan Warisan Budaya Aceh

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Dikee Pam Aceh Jaya: Warisan Syair Maulid yang Tak Lekang Zaman

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB