Dikee Pam Aceh Jaya: Warisan Syair Maulid yang Tak Lekang Zaman

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Dikee Pam memiliki perjalanan yang menarik karena berangkat dari tradisi keagamaan dan kemudian berkembang menjadi seni pertunjukan. Warisan seperti ini perlu kita kenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami bahwa di setiap kesenian terdapat sejarah, nilai dan identitas masyarakat yang melahirkannya,” ujar Nurlaila.

Menurutnya, pelestarian kesenian tradisional tidak cukup hanya dengan menggelar pertunjukan. Regenerasi, dokumentasi dan keterlibatan anak muda juga menjadi bagian penting agar pengetahuan tentang kesenian tersebut tidak terputus.

BACA JUGA...  Terkait 5 hari belajar, Komisi X telah mengingatkan Pemerintah

“Mari kita rawat dan terus hidupkan kesenian daerah kita. Tidak hanya melalui pertunjukan, tetapi juga dengan belajar, mendokumentasikan dan memberikan ruang kepada generasi muda untuk terlibat. Kalau semakin banyak yang mengenal dan mau mempelajarinya, Dikee Pam akan memiliki kesempatan untuk terus diwariskan,” katanya.

Lebih dari Sekadar Pertunjukan

Bagi masyarakat Tuwi Eumpeuk, Dikee Pam bukan sekadar seni pertunjukan.

BACA JUGA...  Pemerintah Aceh Ikuti MATTA Fair di Kuala Lumpur, Agen Perjalanan Raup Penjualan Rp 2 Miliar

Kesenian tersebut merupakan bagian dari perjalanan sejarah masyarakat, warisan kreativitas para pendahulu sekaligus salah satu penanda identitas budaya gampong.

Keberadaannya juga membuka peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata budaya Aceh Jaya. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal tradisi masyarakat melalui seni yang masih hidup dan dimainkan oleh komunitas lokal.

BACA JUGA...  DP3AKB Aceh Selatan Dorong Pembentukan Tim Pengendali GENTING Kecamatan 

Berita Terkait

Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair
Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari
Di Balik Gerak Tari Bines, Tersimpan Syair dan Nasihat dari Tanah Gayo
Tari Dampeng Singkil, Ketika Gerak dan Musik Mengiringi Langkah Pengantin
Di Balik Tiang dan Ukiran, Ada Jejak Peradaban Rumoh Aceh
Rabbani Wahed: Energi Gerak, Lantunan Dzikir dan Warisan Budaya Aceh

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Dikee Pam Aceh Jaya: Warisan Syair Maulid yang Tak Lekang Zaman

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB