Di Balik Tiang dan Ukiran, Ada Jejak Peradaban Rumoh Aceh

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) – Di tengah perubahan zaman dan pesatnya pembangunan, Rumoh Aceh masih menjadi salah satu penanda penting identitas masyarakat Aceh.

Rumah tradisional berbentuk panggung ini bukan sekadar tempat tinggal. Di balik konstruksi kayu, susunan ruang, hingga ukiran yang menghiasi dindingnya, tersimpan pengetahuan dan nilai kehidupan yang diwariskan oleh indatu kepada generasi berikutnya.

BACA JUGA...  Pemko Sabang dan Unsyiah Teken MoU Bidang Pengembangan SDM

Rumoh Aceh lahir dari pengalaman masyarakat dalam membaca lingkungan. Bentuk bangunan, penggunaan material, serta tata ruangnya menunjukkan bagaimana masyarakat masa lalu membangun hunian dengan menyesuaikan kondisi alam dan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Rumoh Aceh tidak hanya penting dilihat sebagai peninggalan arsitektur tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari cerita panjang perjalanan masyarakat Aceh.

BACA JUGA...  Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh

Kepala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Nurlaila Hamjah, S.Sos., M.M., mengatakan pelestarian Rumoh Aceh harus dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, menjaga rumah tradisional tidak cukup hanya memastikan bangunannya tetap berdiri. Pengetahuan, filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya juga harus terus dikenalkan.

“Rumoh Aceh adalah bagian dari identitas dan warisan indatu yang perlu kita rawat bersama. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mengenal Rumoh Aceh dari gambar atau cerita, tetapi tidak memahami nilai, filosofi dan kearifan yang ada di baliknya,” ujar Nurlaila.

BACA JUGA...  Tari Dampeng Singkil, Ketika Gerak dan Musik Mengiringi Langkah Pengantin

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB