Tari Dampeng Singkil, Ketika Gerak dan Musik Mengiringi Langkah Pengantin

Sabtu, 22 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) – Denting musik tradisional mengalun mengiringi langkah rombongan pengantin pria. Di tengah arak-arakan, para penari bergerak membentuk lingkaran, sesekali berpasangan mengikuti rentak musik.

Pemandangan seperti itu pernah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari prosesi perkawinan masyarakat Singkil.

Tarian tersebut dikenal sebagai Tari Dampeng, atau dalam penyebutan lain disebut Tari Dampheng. Bagi masyarakat Suku Singkil, Dampeng bukan sekadar pertunjukan seni. Ia merupakan bagian dari tradisi adat yang mengandung pesan tentang penghormatan, kebersamaan, perlindungan dan kemegahan sebuah prosesi perkawinan.

BACA JUGA...  Volley Ball Ajang Silaturrahmi dan Mencari Atlit Berprestasi

Tari Dampeng secara tradisional ditampilkan ketika rombongan mempelai pria atau marapulai menuju kediaman mempelai perempuan, dara baro.

Para penari mengiringi perjalanan tersebut hingga tiba di rumah pihak perempuan. Di sana, tarian kembali dipersembahkan sebagai bagian dari penyambutan.

Ada suasana yang berbeda ketika Dampeng dimainkan. Gerakan para penari, irama musik dan posisi marapulai di tengah lingkaran menciptakan sebuah pertunjukan yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat simbol.

BACA JUGA...  Keuchik Gampong Iboih Terkesan Alergi Media, Benarkah Ada "Sulap" Setoran Retribusi Untuk PAD

Ketika Pengantin Diiringi Gerak dan Irama

Salah satu ciri menarik Tari Dampeng adalah pola geraknya.

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB