SABANG | MA – Keuchik (Kepala Desa) Gampong Iboh, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang Bukhari Ismail terkesan alergi terhadap awak media.
Benarkah ada “sulap” dalam kutipan retribusi masuk ke kawasan pantai Teupin Layuei yang terkenal elok itu
Sikap tertutup Keuchik Gampong Iboih menjadi tujuan wisatawan dalam dan luar negeri ini, justru semakin memperkuat dugaan adanya kebocoran retribusi di kawasan wisata Teupin Layeu, wisata Iboih.
Saat dikonfirmasi wartawan, kepala desa ini bukannya memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik, malah yang bersangkutan menurut keterangan rekan-rekan wartawan dia menuding insan pers yang bertugas dilapangan bertindak layaknya aparat penegak hukum ketika dikonfirmasi terkait dugaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata tersebut.
Padahal, pertanyaan yang diajukan wartawan tergolong normatif dan berkaitan langsung dengan kepentingan publik. Mulai dari bagaimana rendahnya pendapatan retribusi bisa terjadi, sejauh mana pengawasan pihak gampong sebagai pengelola, siapa saja yang bertugas melakukan pengawasan, hingga langkah konkret mencegah dugaan kebocoran PAD di kawasan wisata andalan Sabang itu.
Namun alih-alih menjawab secara terbuka, Keuchik Iboih justru memperlihatkan sikap defensif.




