Langgar Jati, Kisahmu dan Pengaburan Histori
KUALASIMPANG | MA – Kakek, Indatu kita dahulu, tak ada yang tak mengenal Langgar [Meunasah dalam bahasa Aceh] Jati [pohon]. Langgar Jati Sinonim dari kata Surau, tempat ibadah Umat Muslim di Kabupaten Aceh Tamiang.
Letaknya, diapit dua jalan. tepat di lintasan jalan negara, yang menghubungkan Provinsi Aceh dengan provinsi Sumatera Utara dan jalan Melati yang menghubungkan Desa Bundar.
Langgar Jati dibangun oleh Haji Habaib Nungcik [Penyebar Islam], pada tahun 1947, bertepatan dengan perjanjian Linggarjati di Bandung. Jawa Barat, antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Hindia Belanda, tetang Kemerdekaan RI secara Sah.
Jadilah Surau tersebut diberi nama oleh Haji Habaib Nungcik dengan nama Langgar Jati [Untuk mengenang perjanjian Linggarjati pada 25 Maret 1947 RI dan Hindia Belanda].

Berketepatan, pada saat dibangun Langgar Jati, ada satu pohon jati besar, disisi Timur Surau Langgar Jati. Semakin menguatkan tabalkan namanya seperti tersebut di atas dalam tulisan ini.
Disisi Barat Surau [Meunasah] Langgar Jati ada satu pohon Kurma yang sudah besar dengan tinggi 6 meteran, menambah kekhasan Meunasah tersebut indentik dengan Islam.





