Aceh Tamiang di Simpang Non ‘Good Governance’ dan Pemerintah ‘Dagelan’

Mobil dinas Bupati Aceh Tamiang yang di Dem, merek Toyota Land Cruiser

Aceh Tamiang di Simpang Non ‘Good Governance’ dan Pemerintah ‘Dagelan’

KUALASIMPANG | MA – Kata Good Governance [Pemerintahan yang baik dan bersih] selayaknya ditabalkan untuk Kabupaten Aceh Tamiang, [kabupaten yang keberadaannya diujung timur provinsi Aceh], tetapi berbanding terbalik dan membuat sontak. Sebab tak seperti yang diharapkan.

Terendus indikasi, Kabupaten Aceh Tamiang berlumur mafia [dari penguasaan tanah, pengkaburan histori dan Dem Mobil Dinas mantan Bupati] dilakukan Bupati yang bercokol saat itu.

BACA JUGA...  Jum'at Berkah, Kapolres Aceh Tengah Berbagi dengan Masyarakat

Ruh pembangunan seakan stag, terlebih janji politik sang Bupati terdahulu landai dan datar-datar saja kepada grass roots [akar rumput], padahal itu sangat sederhana dengan motto, ‘Rakyat tak boleh sakit, rakyat tak boleh miskin’.

Untuk menaikan sektor ekonomi grass roots, janjinya; subsidi harga karet, beras raskin ganti dengan beras ramos, stabilkan harga kelapa sawit.

BACA JUGA...  IndexPolitica: Presiden Perlu Kembali ke Aceh, Temui Pengungsi di Tenda, dan Minta Maaf

Toh hanya sekedar lifeservice, malah manuver-manuver yang dilakukan menjurus pada kerja mafioso.

Janji politik sosial menggelinding kearah tebing dan jatuh. Agaknya, gaya-gaya kapitalis berbalut demi rakyat mulai terendus. Bola salju itu menggelinding ‘malih’ jadi bola api yang siap membakar mangsa.

Haruskah, Mursil [Bupati Kabupaten Aceh Tamiang periode 2017-2022] berurusan dengan pihak Hukum?, mulai terjawab; beberapa telaah, analisa dan investigasi yang dilakukan lembaga akuntable sebagai penyeimbang sudah dilakukan.

Penulis: SyawaluddinEditor: Syawaluddin Ksp