Langgar Jati, Kisahmu dan Pengaburan Histori

Langgar Jati yang berubah nama menjadi Masjid Hadijah

Sarana Ibadah, Syiar dan Belajar Mengaji

Padahal, dahulu menurut pengakuan Yahcang [Amir Hasan Nazri, SH] Langgar Jati digunakan sebagai tempat sarana Ibadah, Syiar Agama dan Pengajian.

Surat penolakan hibah oleh Pemkab Aceh Tamiang kepada Kampung Bundar

“Masa-masa SMP, kami belajar mengaji di Surau Langgar Jati itu, saya masih ingat siapa-siapa teman mengaji saya. Saat itu Atok Habib (panggilan akrab Habaib Nungcik) yang mengajarkan kami mengaji.

BACA JUGA...  Tim Kejari Geledah Kantor DLHK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan TPA

Kata Yahcang, banyak kenangan di Langgar tersebut, terutama di bulan Ramadhan. Ada Zulfan Effendi, Syukri, Nadjib, Saiful Anggut Rajab, Ahmad Dahlawi, Effendi, Bustamam dan lain untuk belajar mengaji.

Tak hanya itu, tetangga yang ada di sekeliling Langgar Jati, ada Herman [cucu Nyanyak-Om Aziz] Nek Ampon, Usman Sabi [Zakirsyah PN Ksp], Muis [sekarang jaga parkir], T. Amiruddin [almarhum], Pengadilan Negeri Kualasimpang (PN) dan rumah almarhum Bang Lias WD belum ada.

BACA JUGA...  Andi Amran Sulaiman Terima Anugerah Bintang Mahaputra Adipurna dari Presiden Prabowo

“Kenangan masa itu sungguh tak bisa dilupakan, sebab sangat heroik mengembangkan Syiar Islam. Sekarang sudah jadi Masjid terbaca, apakah ada Shalat Jumatnya nanti…?,” kata Yahcang dalam komentarnya di Media Sosial.