Sarana Ibadah, Syiar dan Belajar Mengaji
Padahal, dahulu menurut pengakuan Yahcang [Amir Hasan Nazri, SH] Langgar Jati digunakan sebagai tempat sarana Ibadah, Syiar Agama dan Pengajian.

“Masa-masa SMP, kami belajar mengaji di Surau Langgar Jati itu, saya masih ingat siapa-siapa teman mengaji saya. Saat itu Atok Habib (panggilan akrab Habaib Nungcik) yang mengajarkan kami mengaji.
Kata Yahcang, banyak kenangan di Langgar tersebut, terutama di bulan Ramadhan. Ada Zulfan Effendi, Syukri, Nadjib, Saiful Anggut Rajab, Ahmad Dahlawi, Effendi, Bustamam dan lain untuk belajar mengaji.
Tak hanya itu, tetangga yang ada di sekeliling Langgar Jati, ada Herman [cucu Nyanyak-Om Aziz] Nek Ampon, Usman Sabi [Zakirsyah PN Ksp], Muis [sekarang jaga parkir], T. Amiruddin [almarhum], Pengadilan Negeri Kualasimpang (PN) dan rumah almarhum Bang Lias WD belum ada.
“Kenangan masa itu sungguh tak bisa dilupakan, sebab sangat heroik mengembangkan Syiar Islam. Sekarang sudah jadi Masjid terbaca, apakah ada Shalat Jumatnya nanti…?,” kata Yahcang dalam komentarnya di Media Sosial.




