Kongres Persatuan PWI yang Diragukan Persatuannya

Minggu, 31 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prinsip dasar jurnalisme—cover both side—yang mestinya menjadi napas PWI, justru absen di arena rumah besar wartawan sendiri.

Fenomena ini menimbulkan kesan bahwa kongres lebih menyerupai panggung perebutan kekuasaan daripada forum intelektual untuk memajukan profesi dan menjaga etika jurnalistik.

Isu Politik Uang: Luka yang Membusuk

Lebih memprihatinkan, isu praktik politik uang mencuat dengan nominal mencengangkan.

BACA JUGA...  Nasir Nurdin Resmi Mendaftar sebagai Balon Ketua PWI Aceh

Harga sebuah suara dikabarkan dimulai dari Rp10 juta, naik menjadi Rp20 juta, Rp50 juta, bahkan hingga Rp100 juta per suara. Angka-angka fantastis ini jelas mencederai marwah PWI.

Bagaimana mungkin organisasi yang seharusnya menjadi garda moral bangsa justru dicemari praktik transaksional? Bila kepemimpinan lahir dari “amplop” dan bukan dari integritas, maka sulit berharap PWI mampu menjaga kehormatan profesi wartawan di tengah sorotan publik.

BACA JUGA...  Terbuka untuk Umum, Turnamen Domino PWI–Polres Bener Meriah Siapkan Hadiah Fantastis

Publik Semakin Kritis: PWI ke Mana?

Masyarakat kini menaruh kecurigaan: apakah media benar-benar berfungsi sebagai pengawas kekuasaan, atau justru menjadi alat politik kelompok tertentu? Reputasi wartawan sebagai penjaga etika dan independensi dipertaruhkan di hadapan publik yang semakin kritis.

Jika PWI terus terjebak dalam konflik internal dan transaksi politik, maka ia akan kehilangan otoritas moralnya. Lebih jauh lagi, kepercayaan publik terhadap media bisa terkikis, padahal kepercayaan adalah modal utama dalam profesi kewartawanan.

BACA JUGA...  Pleno Pengurus PWI Pusat Batalkan Pemberhentian Ketua Umum

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

Sekdakab Asel Diva Samudra Putra berbincang dengan Asisten dan pemateri Rakor di Aula Dinas Pariwisata Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Kamis, (20/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:04 WIB

HUKOM

Tiga Residivis Kembali Ditangkap 

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:46 WIB

PEMERINTAHAN

Teuku Adian Makmur Dilantik 

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:41 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI

Kamis, 20 Agu 2026 - 14:51 WIB