Empat Tahun jadi Lahan Terlantar, Sukaramai Satu Paceklik Gabah

Lahan areal persawahan padi yang terlantar 4 tahun di kampung Sukaramai Satu
Di lokasi runtuhnya tebing parit gajah pembatas HGU Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit.

“Membangun itu-kan bukan hanya proyek besar saja, sebaliknya kita lupa, membangun jaringan ekonomi masyarakat adalah membangkitkan nilai tambah masyarakat untuk menopang mega proyek yang di jalankan. Jika ingin membangun dimulai dari Bottom Up bukan Top Down,” tegas Tri.

Ditambahkan, jika satu kali panen per hektar bisa menghasilkan 3,5 ton gabah kering di kali 60 hektar mencapai 210 ton per 60 hektar sekali panen. Jika satu tahun 2 kali panen maka didapat 420 ton gabah kering dalam satu tahun.

BACA JUGA...  DATA CEPAT, REALITAS BERJALAN

Dan harga pasaran gabah kering di pusaran Rp8000 ribu rupiah per kilo. Jika per tahunnya bisa dua kali panen maka hasil yang diperoleh mencapai 420 ton. “Dalam setahun uang yang beredar dari hasil panen padi seluas 60 hektar mencapai Rp.8000 [harga per kilo gabah kering]x1.000 [1 ton dalam kilogram]x420 [Dalam Ton dua kali panen per tahun] = Rp.3,360 miliar rupiah per tahunnya,” jelas Tri.

BACA JUGA...  DI TENGAH SUNYI YANG LUMPUH, BUPATI TIDAK PERGI

Sungguh luar biasa jika digarap secara profesional dan proporsional. Apalagi jika lahan tersebut di jadikan sawah intensif, tentu akan meningkatkan hasil dan bisa tiga kali panen per tahunnya.